Press "Enter" to skip to content

Paman Birin, Sosok yang Dekat dengan Ulama Kalsel

Media Social Share

BANJARMASIN, BISNISJAKARTA.ID – Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), terkenal sebagai Banua yang religius dan banyak menghasilkan ulama-ulama tersohor. Seperti Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari dan KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul), serta banyak lagi tokoh ulama lainnya.

Ulama juga mempunyai peranan penting dan strategis dalam sejarah berdirinya Bumi Lambung Mangkurat. Hingga sekarang pun pembangunan di Kalsel, tidak lepas dari peranan para ulama.

Oleh karena itu, ulama di mata H. Sahbirin Noor, ibarat suluh di tengah kegelapan. Pemandu jalan di tengah belantara kehidupan dunia. Mursyid bagi manusia dalam menjalankan kewajiban kepada Allah SWT. “Laulal ‘ulama, lasharan naas kal bahaaim. Andai bukan karena ulama, manusia bagaikan binatang,’’ kata Sahbirin Noor, mengutip pendapat Imam Hasan Al-Bashri Rahimahullah.

Ia juga menegaskan, bahwa dengan peran para ulama lah manusia bisa mendapatkan mental dan spiritual yang bagus. Karena dengannya, manusia bisa merasakan kebahagiaan dalam kehidupan. Bersama spirit tersebut jelas Paman Birin (panggilan akrab Sahbirin Noor), manusia dapat menata suasana jiwa yang nyaman dan mendamaikan, sebagai modal utama dalam menciptakan keadaan yang menyenangkan dalam diri manusia. “Pembangunan mental spiritual juga merupakan awal dari segala macam pembangunan. Tidak ada makna sama sekali pembangunan bidang lain yang super sukses sekalipun, tanpa didahulukan oleh pembangunan jiwa manusia,’’ ucap calon Gubernur Petahana Kalsel ini.

Tak bisa dipungkiri, sudah menjadi rahasia umum jika Sahbirin Noor atau yang kita kenal dengan Paman Birin dekat dengan rakyat. Tidak hanya dengan rakyat, Paman Birin juga dikenal sangat dekat dan menghormati para ulama atau Habaib.

Hal ini pun dibenarkan oleh Habib Ali bin Abdullah Alaydrus, Pimpinan Majelis Dzikir Ihya Ulumuddin di Gambut Kabupaten Banjar Kalsel.

Ketika ditemui di kediamannya Kamis 8 April 2021, Habib Ali mengaku sudah kenal lama dan kenal baik dengan Paman Birin. Ia percaya Paman Birin merupakan seorang yang mempunyai perasaan dan perhatian ke masyarakat.

Seperti ketika diawal Pandemi COVID-19 atau bencana banjir pada Januari lalu, Habib Ali bin Abdullah Alaydrus menjadi saksi langsung ketika Paman Birin datang ke warga membawa banyak bantuan yang merupakan dari uang pribadinya. Hal ini diakui Habib Ali bin Abdullah Alaydrus lebih senang dari pada menggunakan uang negara. “Karena saya mengetahui Paman Birin dan Haji Muhidin adalah orang baik, dan Wallahu a’lam kalo masalah lainnya urusan mereka dengan Tuhan. Tapi kalo yang saya lihat mata biasa meraka orang baik dan selalu datang ke masyarakat miskin dan tidak mampu”, ungkap  Habib Ali.

Ditambahkan Habib Ali, ia tidak pernah menekan mengajak massa atau masyarakat untuk mendukung salah satu calon karna itu bukan urusannya dan tidak ada kepentingan pribadi. Penting baginya semoga kita memiliki pemimpin yang jujur dan selalu memperhatiakan masyarkat. “Alhamdullilah daerah Kalimantan terutama Kalimantan Selatan dan sekitarnya yang saya tahu bagus dengan para ulama atau umara (Pemimpin Pemerintahan) itu sering saling datang untuk silaturahmi”, katanya.

Terakhir, Habib Ali bin Abdullah Alaydrus memberi nasihat bahwa setiap kita (orang) adalah pemimpin, bukan hanya Presiden atau Gubernur karna nanti akan dipertanyakan tanggung jawab kita sama Allah terhadap orang-orang yang kita pimpin.

Gemar Melantunkan Ayat-ayat Suci Al Quran

Sebagai umat Islam, H Sahbirin Noor pria yang akrab disapa Paman Birin, tidak hanya dekat dengan ulama di banua. Anak ‘Sungai Martapura’ ini juga pandai melantunkan ayat-ayat suci Alquran yang dijadikannya pedoman sehari-hari.

Dibalik kesibukannya, Paman Birin punya kebiasaan yang mana sebelum beraktivitas, Paman Birin menyempatkan untuk membuka Alquran untuk dibacanya.

Hal itu sering disaksikan sahabatnya, Miftah Koso. Lantunan ayat suci Alquran yang sering dibaca Paman Birin mampu membuat Miftah terharu. “Dalam hati saya bergumam Masya Allah, Paman Birin begitu indahnya suara saat mengaji,’’ tuturnya.

Dikemukakan Miftah, Paman Birin sering mengajaknya rajin-rajin membaca Alquran. Karena termasuk dalam ibadah paling utama di antara ibadah-ibadah lainnya.

Kata Paman Birin, orang mukmin yang suka membaca Alquran seperti buah manis dan harum. Sementara, bagi orang mukmin yang tidak suka membaca Alquran akan digambarkan seperti buah manis namun tidak harum. “Kalau ada orang membaca Alquran dengarkan dan perhatikanlah dengan baik, supaya kita mendapat rahmat,’’ kata Mifta menirukan “papadah” Paman Birin.

Setiap bulan Ramadhan, ia sering mengikuti Paman Birin mengunjungi masjid maupun mushalla secara diam-diam untuk ikut tadarusan Alquran. “Dalam setiap berbicang pun kepada saya atau teman-teman lainnya, Paman Birin sering membacakan ayat Alquran dan mengupas artinya,’’ tutur Miftah. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.