YOGYAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – ARTOTEL Group memperkuat strategi bisnis pengelolaan Wyndham Garden dan Ramada – Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan menawarkan kepada wisatawan dengan konsep Konsep One-Stop Holiday. Strategi tersebut dilakukan melalui optimalisasi fasilitas hotel, perluasan segmen pelanggan, serta pemanfaatan peluang dari aktivitas pariwisata dan penyelenggaraan kegiatan berskala besar di Yogyakarta dan sekitarnya.
Pengembangan kedua properti tersebut tidak hanya berfokus pada layanan akomodasi, tetapi juga pada pemanfaatan fasilitas olahraga, rekreasi, dan ruang kegiatan komunitas. Langkah ini membuka peluang bagi pengelola untuk menjangkau pelanggan di luar wisatawan yang membutuhkan kamar untuk menginap.
Strategi pengelolaan dan pengembangan bisnis tersebut dipaparkan Director of Marketing & Communication ARTOTEL Group,Yulia Maria; General Manager Wyndham Garden dan Ramada, Erik R. Tumbelaka, serta COO ARTOTEL Group, Eduard Rudolf Pangkarego saat menerima wartawan yang tergabung dalam Sindikasi Media Network (SMN) di Sleman, Jumat (16/10).
Melalui pengelolaan profesional dan pengembangan fasilitas, ARTOTEL Group berupaya memaksimalkan potensi kedua hotel agar dapat menjangkau kebutuhan pasar yang lebih beragam.
Salah satu strategi bisnis ARTOTEL Group adalah menyediakan layanan pengelolaan hotel bagi pemilik properti. Melalui model hotel management, kepemilikan aset tetap berada di tangan pemilik, sedangkan operasional hotel dijalankan oleh operator berdasarkan ruang lingkup dan kesepakatan kerja sama.
Atas layanan tersebut, operator memperoleh management fee sesuai perjanjian dengan pemilik properti. Model ini memungkinkan pemilik hotel memanfaatkan keahlian operator profesional dalam menjalankan kegiatan operasional, mulai dari pelayanan tamu, penjualan, pemasaran, program loyalitas, hingga penerapan standar operasional.
Skema tersebut juga memberikan fleksibilitas dalam penggunaan merek sesuai kesepakatan antara pemilik properti dan operator. Dengan pembagian peran yang jelas, pemilik dapat berfokus pada kepemilikan aset, sementara kegiatan operasional ditangani oleh pihak yang memiliki keahlian dalam pengelolaan perhotelan.
Namun, efektivitas model tersebut tetap bergantung pada sejumlah faktor, termasuk biaya pengelolaan, kondisi pasar, tingkat permintaan, serta kemampuan operator dalam menjaga efisiensi operasional dan meningkatkan pendapatan hotel.
Kerja sama pengelolaan juga dapat melibatkan merek internasional maupun hotel yang mempertahankan identitasnya sendiri. Ketentuan penggunaan merek, pembagian tanggung jawab, dan standar pelayanan mengikuti perjanjian yang berlaku.
Siapkan Fasilitas Olahraga
Selain mengandalkan pendapatan dari kamar, ARTOTEL Group melihat peluang bisnis melalui pemanfaatan fasilitas olahraga dan rekreasi di kawasan hotel. Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah skatepark, yang dapat dimanfaatkan untuk aktivitas komunitas maupun kegiatan olahraga.
Pemanfaatan fasilitas tersebut berpotensi memperluas segmen pelanggan hotel. Selain wisatawan dan tamu yang menginap, pengelola dapat menjangkau masyarakat lokal serta komunitas yang membutuhkan tempat untuk beraktivitas.
Pengembangan pasar melalui fasilitas olahraga dapat dilakukan dengan membangun hubungan bersama komunitas, menyelenggarakan kegiatan bersama, dan menyesuaikan program dengan kebutuhan pengguna. Apabila didukung kesiapan fasilitas dan minat pasar, area tersebut juga berpotensi digunakan untuk acara atau kompetisi olahraga.
Dari sisi bisnis, kegiatan komunitas dapat menjadi sarana pemasaran untuk memperkenalkan fasilitas hotel kepada calon pelanggan baru. Pengunjung yang datang untuk mengikuti aktivitas tertentu juga berpotensi menggunakan layanan lain yang tersedia di hotel.
Meski demikian, penyelenggaraan kegiatan perlu memperhitungkan biaya operasional, kebutuhan teknis, jumlah pengunjung, serta potensi pendapatan yang dihasilkan. Evaluasi diperlukan untuk mengetahui apakah kegiatan tersebut memberikan kontribusi terhadap bisnis hotel, baik melalui penggunaan fasilitas maupun peningkatan pemesanan kamar.
Dengan demikian, fasilitas olahraga dan rekreasi dapat menjadi bagian dari strategi pemasaran sekaligus membuka peluang pemanfaatan aset di luar fungsi akomodasi.
Bidik Pasar Wisata Yogyakarta dan Borobudur
Peluang bisnis Wyndham Garden dan Ramada juga berkaitan dengan aktivitas pariwisata di Yogyakarta, Sleman, dan Magelang. Kawasan tersebut memiliki berbagai destinasi yang dapat dikunjungi wisatawan dalam satu rangkaian perjalanan, termasuk kawasan Borobudur.
Lokasi kedua hotel di koridor Jalan Magelang berpotensi menjadi salah satu pilihan akomodasi bagi wisatawan yang ingin mengunjungi sejumlah destinasi di kawasan tersebut. Peluang ini dapat dikembangkan melalui pemasaran yang menyesuaikan kebutuhan perjalanan, akses menuju destinasi, fasilitas, dan anggaran calon tamu.
Bagi pengelola hotel, pemetaan segmen wisatawan menjadi salah satu aspek penting dalam strategi penjualan. Informasi mengenai lokasi, aksesibilitas, dan fasilitas perlu disampaikan secara jelas agar calon pelanggan dapat menilai kesesuaian hotel dengan kebutuhan mereka.
Selain wisatawan individu dan keluarga, pasar hotel juga berpotensi berasal dari kegiatan pemerintahan, akademi militer, wisuda, serta agenda olahraga dan budaya. Kegiatan yang melibatkan banyak peserta dapat meningkatkan kebutuhan akomodasi di sekitar lokasi penyelenggaraan.
Hotel di kawasan sekitar dapat menjadi alternatif bagi peserta yang membutuhkan kamar selama acara berlangsung. Namun, besarnya peluang pendapatan bergantung pada jumlah peserta, durasi kegiatan, kebutuhan kamar, persaingan ant hotel, dan kondisi permintaan pada periode tersebut.
Untuk menangkap peluang tersebut, pengelola dapat memetakan agenda kegiatan, menjalin koordinasi dengan penyelenggara, serta menyiapkan penawaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta. Strategi ini memungkinkan hotel menjangkau pelanggan yang datang untuk keperluan bisnis, pekerjaan, pendidikan, maupun kegiatan lainnya.
Menjaga Kepercayaan Pelanggan
Pengelolaan hotel dengan merek berbeda juga membutuhkan konsistensi identitas merek. ARTOTEL Group memperhatikan penggunaan identitas operator, termasuk keterangan operated by, agar sesuai dengan ketentuan yang disepakati bersama pemilik properti dan pemegang lisensi.
Kejelasan identitas membantu pelanggan memahami merek hotel yang mereka pilih dan pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaannya. Penggunaan merek yang sesuai dengan perjanjian juga penting untuk menjaga konsistensi komunikasi kepada pasar.
Selain identitas merek, informasi mengenai lokasi, fasilitas, dan layanan hotel perlu disampaikan secara akurat. Calon tamu membutuhkan informasi tersebut sebagai bahan pertimbangan sebelum melakukan pemesanan.
Kesesuaian antara informasi yang dipublikasikan dan layanan yang diterima turut memengaruhi pengalaman pelanggan. Dalam bisnis perhotelan, kepercayaan pelanggan menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi keputusan untuk kembali menggunakan layanan hotel. (son)










