Press "Enter" to skip to content

Menghapus Stigma Tertinggal, Wujudkan Indonesia Sentris

Media Social Share

INDONESIA sebagai negara dengan kepulauan terbanyak di dunia, maka daerah kepulauan memiliki berbagai ciri geografis dengan keunikannya. Keunikan utama bahwa untuk mencapai daerah kepulauan memerlukan sarana dan prasarana transportasi, serta infrastruktur lain sebagai pendukung.

Sehingga dengan jarak tempuh yang jauh, infrastruktur yang tidak memadai membuat kawasan kepulauan menjadi tertinggal dari kata pembangunan. Daerah kepulauan juga ditandai dengan wilayah pemukiman masyarakat pesisir dan suku laut dimana komunitas kepulauan sangat berbeda dengan komunitas daratan.

Suatu keadaan riil yang terjadi bahwa dalam jangka panjang kehidupan masyarakat dan penghuni pulau-pulau terpencil itu akan tetap tertinggal secara turun menurun, karena dipicu disparitas harga kebutuhan pokok masyarakat yang tinggi, serta minimnya akses pemasaran berbagai produk lokal masyarakat.

Namun untuk menghapus stigma tersebut, Kementerian Perhuhungan sebagai leading sector yang membidangi masalah transportasi terus memperbaiki keadaan dengan membangun berbagai sarana transportasi laut, udara, dan darat agar dapat menjangkau wilayah tertinggal, terluar, terpencil, dan perbatasan (3TP). Komitmen tersebut sebagai manifestasi bahwa negara hadir di tengah-tengah masyarakatnya.

Saat ini, Kementerian Perhubungan gencar membangun sejumlah bandara hingga ke penjuru negeri, untuk mewujudkan konektivitas antar wilayah secara merata. Dalam kurun waktu 2015 – 2023, telah dilakukan pembangunan bandara baru di 25 daerah dan revitalisasi bandara di 38 lokasi.

Terkini, beberapa bandara yang telah selesai dibangun diantaranya Bandara Ewer di Kabupaten Asmat, Papua Selatan; Bandara Siboru di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, dan Bandara Mentawai di Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat, Bandara Singkawang di Kalbar, bahkan di Pulau Sulawesi telah terbangun Bandara Banggai Laut, Bandara Taman Bung Karno, Bandara Bolaang Mongondow, dan Bandara Pohuwato.

Semua bandara ini merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun untuk membuka keterisolasian wilayah di kawasan tertinggal, terluar, terpencil, dan perbatasan (3TP) serta manifestasi dari pembangunan yang berwawasan Indonesia Sentris sebagaimana dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Indonesia sentris merupakan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Dengan terbukanya akses, pergerakan manusia maupun logistik semakin lancar dan diharapkan dapat mendorong tumbuhnya titik ekonomi baru yang muaranya dapat meningkatkan perekonomian domestik maupun nasional.

Kehadiran bandara-bandara ini diharapkan juga akan mendongkrak potensi pariwisata di daerah masing-masing. Untuk itu diperlukan sinergi yang baik dari pemerintah daerah untuk mengoptimalkannya. Misalnya dengan menyelenggarakan berbagai event daerah, nasional dan internasional, mempromosikan destinasi wisata di daerahnya, dan upaya lainnya untuk mendorong tingkat okupansi pesawat.

Kementerian Perhubungan mengamini bahwa membangun infrastruktur transportasi merupakan bukti komitmen pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur dan konektivitas di seluruh Indonesia, serta memberikan peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata yang pada gilirannya menumbuhkan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia khususnya di wilayah tertinggal, terluar, terpencil, dan perbatasan (3TP).

Selain mengoptimalisasi transportasi udara, Kementerian Perhubungan terus membangun jaringan tol laut. Tak terhitung anggaran yang dikucurkan untuk membuat kapal-kapal baru, membangun pelabuhan, subsidi angkutan di berbagai lintasan seperti angkutan perintis dan kargo, telah memberikan dampak signifikan bagi penurunan harga berbagai komoditi masyarakat di daerah tertinggal, terluar, terpencil, dan perbatasan (3TP).

Apresiasi yang tinggi layak didapat Kementerian Perhubungan lewat proyek monumental berupa pembangunan Pelabuhan Patimban. Kehadiran pelabuhan yang berlokasi di Subang, Jawa Barat ini diharapkan dapat menyeimbangkan arus logistik antara wilayah Indonesia Barat, Indonesia Tengah, dan Wilayah Timur Indonesia.

Kehadiran Proyek Strategis Nasional (PSN) ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing logistik nasional, karena menjadi bagian dari rantai pasok nasional bersama Pelabuhan Tanjung Priok. Oleh karena itu, optimalisasi Pelabuhan Patimban terus ditingkatkan dengan membangun berbagai infrastruktur dan ekosistem di sekitar kawasan pelabuhan.

Transportasi darat yang mendapat beban penggunaan moda transportasi terbanyak mendapat perhatian yang intens dari Pemerintah. Selain mendapat dukungan dari Kementerian dan Lembaga lainnya dengan terbangunnya jaringan tol serta infrastruktur jalan di berbagai daerah, Kementerian Perhubungan membangun puluhan dan rekonstruksi terminal dengan fasilitas yang mengadopsi konsep terminal bandara dan stasiun kereta api.

Realitas tersebut tentu saja ingin memberikan suasana aman, nyaman, bersih dan modern sehingga masyarakat yang menggunakan bus sebagai transportasi antar kota atau antar wilayah lebih nyaman dan tertarik menggunakan angkutan massal untuk mengurangi beban jalan darat yang kian padat dan macet.

Upaya serupa juga dilakukan dalam pengembangan dan pembangunan dan rehabilitasi pelabuhan penyeberangan. Pembangunan dan rehabilitasi pelabuhan penyeberangan ini menjadi sangat penting untuk konektifititas transportasi antar pulau yang selama ini menjadi nadi perpindahan orang dan barang, serta berperan penting dalam meningkatkan perekonomian domestik dan nasional.

Proyek prestisius yang menandai bangsa Indonesia memasuki era Indonesia Maju yaitu dengan hadirnya Kereta Cepat Whoosh Jakarta – Bandung. Namun sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah mengalokasikan pembangunan jaringan kereta api pertama di Sulawesi serta LRT Sumsel di Palembang.

Pada akhirnya, Kementerian Perhubungan secara konsisten terus membangun infrastruktur transportasi dengan paradigma Indonesia Sentris atau secara merata di seluruh wilayah, sebagai implementasi mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.