Press "Enter" to skip to content

Menelisik Upaya Universitas Mercu Buana Mendorong Bangkitnya Lagi Pariwisata Indonesia

Media Social Share

KEJADIAN aneh terjadi saat Panglima pasukan muslim Zaid Bin Tarikh, kini namanya diabadikan menjadi sebuah negara di bawah pengawasan Inggris – Gibraltar yang menginjak kaki daratan Andalusia Spanyol Benua Eropa diawal penaklukannya.

Begitu seluruh prajuritnya mendarat, ia memerintahkan seluruh kapalnya dibakar habis. “Lihatlah kini kalian tidak punya apa-apa lagi untuk pulang. Karena tak ada kata lain kecuali memenangi pertempuran,” kata Zaid. Akhirnya 700 tahun, Andalusia dikuasai sebelum akhirnya kembali ke kerajaan Spanyol.

Tanpa bermaksud berlebihan, kisah itu nampaknya menginspirasi Menteri Pariwisata Sandiaga Uno untuk membangkitkan lagi pariwisata nasional setelah 2 tahun dihantam badai pandemi.

Badai Pasti Berlalu, demikian mengutip judul sebuah lagu legenda di tahun 1980-an. Sandiago Uno terus melangkah tegap dengan mengusung berbagai program.

Upayanya itu dikobarkannya lagi saat menjadi Keynote Speaker Seminar Pariwisata Internasional bertajuk  “Society Empowerment amidst the New Normal: Communication, Socio-Cultural, Political, Economic, and Technological Perspectives” yang dilaksanakan 2-3 November di Hotel Harris Riverview,  Denpasar, Kuta, Bali lalu.

Mengutip epos Don Quisot dalam kisah “Menunggu Sang Godot”, sepertinya Sandiaga Uno kembali menggelorakan semangat agar pariwisata Indonesia bangkit lagi.

Sandi pun mengajak masyarakat untuk menerapkan tiga strategi tersebut agar mampu bangkit dari pandemi Covid-19. Menurutnya, masyarakat harus mulai memformulasi arah kebijakan program dan strategi parekraf ke depan.

Ia pun mengajak masyarakat untuk menerapkan tiga strategi tersebut agar mampu bangkit dari pandemi Covid-19. Menurutnya, masyarakat harus mulai memformulasi arah kebijakan program dan strategi parekraf ke depan.Dua tahun terakhir ini pandemi Covid-19 menyebabkan target capaian kinerja sektor parekraf kita terganggu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan Nusantara mengalami kontraksi atau penurunan.

Hal ini berdampak pada menurunnya jumlah okupansi hotel serta devisa hingga mengurangi pemasukan pelaku industri pariwisata. Dia melanjutkan, kondisi itu juga menutup saham hingga tidak sedikit pekerja parekraf yang dirumahkan serta kehilangan pekerjaan.

Kendati di saat yang bersamaan masyarakat harus menumbuhkan optimisme dan harapan. Dia mengatakan hal itu mengingat 34 juta masyarakat Indonesia menggantungkan hidupnya pada sektor pariwisata.
“Percayalah badai pasti berlalu.

Kemenparekraf juga telah hadir dengan aktif menerapkan program yang berkeadilan dan tentunya tepat waktu, sasaran dan tujuan mulai di fase tanggap darurat di awal terjadinya pandemi sampai ke fase pemulihan,” masih mengutip Sandi.

Ia kembali menegaskan, pemerintah aktif memperlancar program dalam penanganan kesehatan, memberikan perlindungan sosial, intensif ke dunia usaha, memfasilitasi peningkatan SDM parekraf. Sandiaga melanjutkan pula bahwa pemerintah hingga saat ini pun tetap gencar mendukung program vaksinasi di wilayah destinasi wisata.

Kini lebih dari 40 juta lapangan kerja yang harus diselamatkan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Langkah ini sangat membutuhkan peran ketiga kementerian untuk mewujudkan hal tersebut. Mengingat, kebijakan ketiga kementerian sangat memengaruhi kebangkitan ekonomi rakyat.

Kemenpar perlu sekali bantuan dari Menteri Perdagangan dari segi kebijakan-kebijakan perdagangan yang mudah-mudahan bisa berpihak kepada kebangkitan ekonomi rakyat.

Adapun dari Menteri Investasi sudah dapat komitmen bahwa ekonomi kreatif dan sektor pariwisata mendapatkan satu insentif untuk investasi. Jadi bagi para pelaku usaha sektor pariwisata bahwa Pak Bahlil Lahadalia  siap mendukung.

Kolaborasi yang sangat menentukan agar visi dan misinya terlaksana, menurut Sandi terletak di tangan Menteri Erick Thohir. Sebab menurutnya, kebijakan yang dilahirkan Erick Thohir sangat memengaruhi ekonomi nasional secara menyeluruh.

Dan ini yang paling banyak anggaran dananya adalah Kementerian BUMN. Karena, dalam satu tahun ini sektor pariwisata nasional akan banyak sekali keterbatasan, tapi Pak Erick Thohir ini punya keleluasaan dalam menggunakan balance sheet yang dimiliki sektor BUMN ini.

Karena itu, Kemenpar berharap mudah-mudahan ini menjadi sumbangsih pertama dalam dharma bakti terhadap kebangkitan ekonomi nasional,  kepulihan mengatasi Covid-19 dan kesempatan untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

Dari data tercatat, jumlah kunjungan wisatawan Indonesia terus mengalami peningkatan seiring dengan turunnya kasus COVID-19. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara dapat naik antara 1,8 hingga 3,6 juta individu dengan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai 4,3% di tahun 2022. Beberapa program dan inovasi telah digulirkan untuk mencapai target ini, salah satunya adalah program desa wisata.

Desa wisata merupakan suatu program pengembangan pariwisata berkelanjutan yang mendorong desa-desa di seluruh Indonesia untuk menggali dan mengelola potensi wisata secara mandiri dan kreatif. Salah satu potensi yang dimiliki desa wisata untuk menumbuhkan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan adalah memanfaatkan perkembangan teknologi digital.

Adapun kendala dalam membangkitkan kondisi pariwisata dapat diwujudkan melalui kolaborasi dan kontribusi semua pihak. Indeks Pariwisata Global Indonesia melesat naik 12 peringkat. Hal ini mampu dicapai karena inovasi, adaptasi, dan kolaborasi.

Sebanyak 708.000 lapangan kerja di sektor ekonomi kreatif dan 400.000 di sektor pariwisata bisa diwujudkan melalui solusi inovatif yang terintegrasi. PanduDesa hasil kolaborasi dengan Ayoconnect adalah bentuk komitmen untuk membangkitkan ekonomi kreatif dan pariwisata melalui pembukaan lapangan kerja.
Kemenparekraf terus memberikan berbagai dukungan bagi pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif untuk bangkit dan inovatif.

Salah satunya adalah rencana diluncurkannya aplikasi PanduDesa yang dibuat secara kolaboratif dengan Ayoconnect, perusahaan teknologi finansial di balik platform Open Finance terbesar di Indonesia. Open Finance sendiri merupakan sebuah sistem yang membangun interkonektivitas antara penyedia jasa keuangan dengan bisnis lain melalui API (application programming interface).

Beberapa fitur yang akan dihadirkan dalam aplikasi PanduDesa meliputi layanan isi ulang pulsa, pembelian data internet, dan pembayaran tagihan listrik dan air. Fitur ini dapat dimanfaatkan oleh komunitas desa wisata untuk pembukaan lapangan kerja meningkatkan nilai jual kepada wisatawan, dan menambah penghasilan.

Sandiaga melanjutkan, membangkitkan industri pariwisata harus dengan 3G: Gercep, Geber dan Gaspol. Dengan gercep (gerak cepat), geber (gerak bersama), dan gaspol (garap potensi lapangan pekerjaan yang ada) bersama-sama kita semua memanfaatkan potensi untuk membangkitkan dan mempertahankan industri pariwisata.
Ini sangat logis, mengingat kemajuan ekonomi suatu negara dapat dicapai dengan jauh lebih cepat ketika terdapat sinergi yang solid antara pemerintahan, sektor swasta, dan masyarakat umum.

Kolaborasi para pihak, Kemenparekraf, dan ribuan desa wisata yang tersebar di seluruh Indonesia adalah sebuah contoh yang saya harap dapat menginspirasi lebih banyak agent of change di Indonesia dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelas dunia. Ke depannya, para pihak, perusahaan maupun perseorangan dan Kemenparekraf akan terus bekerja sama untuk menghadirkan lebih banyak inovasi-inovasi di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

Universitas Mercu Buana menyelenggarakan seminar ini menggandeng sejumlah perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri, dari Malaysia antara lain International University of Malaya-Wales, Universiti Sains Islam Malaysia, Multimedia University Malaysia. Sementara co Host dari universitas di Indonesia, yaitu STISIPOL Candradimuka-Palembang dan Politeknik Tempo.

Pembicara internasional dan nasional dihadir oleh Prof. Dr. Oliver Hahn dari Passau University, Germany; Assoc. Prof. Dr. Sabariah M. Saleh dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Malaysia; Prof. Rajab Ritonga, M.Si dari Universitas Gunadarma, Indonesia; Assoc. Prof. Jantima Kheokao, Ph. D. dari University of the Thai Chamber of Commerce, Thailand; Dr. Ma Theresa B. Nardo dari Tarlac Agricultural University, Philippines; Rizki Briandana, M.Comm., Ph.D dari Universitas Mercu Buana, Indonesia.

Konferensi ini didukung oleh BPJS Ketenagakerjaan, Bakti Kominfo, Pandi.id dengan media partners: IDN Times Bali, Media Group Network, Media Indonesia, Medcom.id, Metro TV dan MG Radio,PT Suara Merdeka Grup.  ***

*Dr. Ira Purwitasari, M.I.Kom Dosen Universitas Mercu Buana,Kepala Biro Humas UMB Jakarta

Mission News Theme by Compete Themes.