Press "Enter" to skip to content

Tiga Isu Strategis Maritim Ini Diyakini Mampu Hadapi Tantangan Global

Media Social Share

BANTEN, BISNISJAKARTA.ID – Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), Subagiyo menekankan tiga isu strategis yang harus menjadi perhatian agar mampu menghadapi tantangan global di sektor maritim yang semakin kompleks. “Sektor maritim adalah tulang punggung kejayaan Indonesia. Namun, kita juga menghadapi tantangan besar, seperti keamanan siber, perubahan iklim, dan kekurangan tenaga kerja terampil. Para lulusan harus menjadi garda terdepan dalam menjawab tantangan ini dan membawa kejayaan maritim Indonesia ke panggung dunia,” ungkapnya. 

Subagiyo saat upacara Bon Voyage Perwira Siswa Diklat Pelaut Tingkat II, III, IV dan V Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Banten menjabarkan tiga isu strategis yang menjadi tantangan utama sektor maritim, yaitu ancaman serangan siber di sektor maritim yang terus meningkat. Menurut laporan global, serangan siber di sektor ini meningkat hingga 400% dalam beberapa tahun terakhir, dengan potensi kerugian mencapai jutaan dolar per insiden. “Pemahaman tentang keamanan siber bukan lagi pilihan, tetapi kewajiban bagi semua pelaku industri maritim, termasuk para lulusan Poltekpel Banten,” tegasnya.

Isu kedua yang disampaikannya yaitu perubahan iklim, seperti cuaca ekstrem dan kenaikan permukaan laut, yang memengaruhi dunia maritim. Sehingga para lulusan diharapkan dapat mengadopsi teknologi ramah lingkungan dan merencanakan pelayaran yang aman. “Sektor maritim global diproyeksikan menghadapi kekurangan hampir 90 ribu pelaut bersertifikasi STCW pada 2026. Lulusan Poltekpel Banten harus menjadi solusi atas krisis ini dan berperan aktif dalam menarik minat generasi muda untuk berkecimpung di sektor maritim,” lanjutnya.

Direktur Politeknik Pelayaran Banten, Capt. Semuel Palembangan menjelaskan bahwa para lulusan telah menyelesaikan pendidikan berbasis kurikulum internasional yang mengacu pada Konvensi STCW 1978 beserta amandemennya. Pendidikan ini juga menggunakan metode pembelajaran berbasis IMO Model Course 7.01 hingga 7.04, yang dirancang untuk memenuhi standar global. “Dengan mengusung tiga pilar utama, yaitu skill, knowledge, dan understanding, kami yakin lulusan Poltekpel Banten mampu menjadi generasi baru pelaut yang berintegritas dan berdaya saing global,” ujarnya. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.