Press "Enter" to skip to content

QRIS Dijadikan Alat Transaksi di Kawasan Luar Pura Uluwatu

Media Social Share

BISNISJAKARTA.ID. ULUWATU – Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu, Bali, secara resmi mulai menerapkan pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang merupakan bentuk adaptasi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif terhadap transformasi digital di era kebiasaan baru.

Direktur Pengembangan Destinasi Regional II, Wawan Gunawan, Minggu (23/8) mengatakan pandemi COVID-19 memang memberikan dampak kepada seluruh sektor tak terkecuali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, yang sebagian besar memperoleh penghasilan dari sektor pariwisata.

Oleh karena itu, pihaknya mengapresiasi dan mendukung langkah Pemerintah Provinsi Bali yang bersama Pemerintah Kabupaten dan seluruh stakeholder pariwisata Bali menggelar peluncuran Kecak New Normal dan Digitalisasi Sistem Pembayaran Berbasis QRIS di Uluwatu, Bali.

Kawasan Luar Pura Uluwatu memiliki obyek wisata yang sebelumnya sangat ramai dikunjungi wisatawan nusantara dan internasional. “Dengan adanya penerapan alat pembayaran digital QRIS, maka dapat menjadi salah satu solusi untuk memulihkan serta membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif di Uluwatu, Bali,” kata Wawan.

Saat acara peluncuran Kecak New Normal dan Digitalisasi Sistem Pembayaran Berbasis QRIS hadir Gubernur Bali I Wayan Koster, Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardana, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Sekda Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Elyanus Pongsoda, dan Dirut BPD Bali I Nyoman Sudharma.

Koster mengatakan di tengah pandemi COVID-19 ini penggunaan pembayaran digital QRIS dinilai sebagai media yang baik dan lebih efisien untuk bertransaksi. Hal ini juga diharapkan dapat mempercepat kebangkitan perekonomian Bali.

Koster juga mengatakan dalam menangani upaya pemulihan pandemi COVID-19 seluruh pemangku kepentingan, pelaku pariwisata dan masyarakat diharapkan dapat menerapkan protokol kesehatan dengan benar, disiplin dan komitmen, serta memiliki rasa tanggung jawab.

Alat Pembayaran Digital

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menjelaskan QRIS Bank Indonesia menjadi salah satu solusi alat pembayaran digital yang dapat diaplikasikan di semua sektor khususnya pariwisata yang menuntut semuanya harus serba cepat, mudah, murah, dan aman. Dan bisa diterapkan di semua sektor mulai dari ticketing, pajak, atau untuk memenuhi kebutuhan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kawasan Luar Pura Uluwatu.

Trisno Nugroho menambahkan Kawasan Luar Lura Uluwatu sebagai tujuan wisata utama, merupakan wilayah yang paling merasakan dampak dari COVID-19 dan diharapkan segera dapat bangkit kembali.

Trisno menilai, dipilihnya Kawasan Objek Wisata Pura Uluwatu ini sangat tepat, karena merupakan salah satu destinasi wisata favorit bagi wisatawan dengan rata-rata kunjungan sebelum pandemi sebanyak 6.000 – 8.000 wisatawan perharinya.

Sementara itu, Manager Pengelola Uluwatu, I Wayan Wijana menjelaskan dari lima daya tarik wisata yang ada di Uluwatu, tari kecak yang menjadi generator pengunjung yang terbanyak. “Kalau tidak ada pertunjukan tari kecak, Kawasan Objek Wisata Pura Uluwatu sangat sepi. Kami yakin dengan adanya tari kecak di era normal baru, pariwisata di Bali khususnya Uluwatu akan bertumbuh dan berkembang lagi,” ujar Wayan Wijana.

Ada beberapa perubahan terhadap tari kecak era normal baru yang disesuaikan dengan protokol kesehatan antara lain penari yang tidak memakai topeng wajib menggunakan pelindung wajah atau masker, jumlah penari dikurangi dan koreografi tarian di atur sedemikian rupa untuk menjaga jarak. Selain penari, pengunjung yang datang juga diwajibkan mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer, dan menjaga jarak sesuai marka yang terdapat di tempat duduk masing-masing. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.