Press "Enter" to skip to content

Posong, Destinasi Wisata ‘Dilindungi’ Tujuh Gunung

Media Social Share

TEMANGGUNG, BISNISJAKARTA.ID – Tidak hanya dikenal sebagai penghasil Tembakau, Temanggung boleh dibilang berlimpah potensi wisata alam. Pasalnya, Temanggung diapit oleh empat gunung yang populer bagi para pendaki yakni Sindoro, Sumbing, Merbabu dan Telomoyo. Salah satu wisata alam tersebut adalah Posong.

Bak semesta merestui. Alam Posong begitu indah mempesona. Sebagai wisatawan, anda akan merasa dihipnotis oleh kegagahan gunung Sindoro dan gunung Sumbing.

Betapa tidak, Posong berada persis di poros tengah dua gunung ini. Bahkan dari titik gardu pandang, kata pengelola Taman Wisata Posong Lutfi Naufal, wisatawan dapat melihat tujuh gunung sekaligus yaitu Sindoro, Sumbing, Merapi, Merbabu, Telomoyo, Prau dan Ungaran. Suhu rata-rata di siang hari antara 10-15 derajat memberikan sensasi dan kesejukan alami. Perlu jaket tebal untuk menjaga tubuh agar tetap hangat.

Lutfi mengatakan, Posong berada di ketinggian 1800 mdpl. Kawasan wisatwan lebih dari dua hektar ini pun menawarkan paket wisata komplit mulai dari paket yang menggunakan glamping maupun dome.

Lutfi memastikan, para pengunjung yang datang ke Taman Wisata Alam Posong dapat menikmati berbagai aktivitas menarik. “Para wisatawan bisa menikmati aktivitas trekking yang menjadi salah satu pilihan populer untuk menjelajahi keindahan alam sekitar. Rute-rute trekking yang tersedia cocok untuk berbagai tingkat kesulitan, mulai dari pemula hingga yang lebih berpengalaman,” ujar Lutfi ketika menerima wartawan anggota Forwaparekraf yang melakukan Famtrip di Kabupaten Temanggung, Sabtu (2/9).

Selain itu, area ini juga menyediakan fasilitas berkemah, sehingga pengunjung bisa merasakan pengalaman berkemah yang berbeda di tengah alam yang indah dengan banyak penawaran mulai tenda kemah kapasitas 2-8 orang. “Salah satu momen yang paling dinantikan oleh para pengunjung adalah saat matahari terbit atau terbenam (Golden Sunset),” tambahnya.

Harga tiket masuk Posong pada saat ini adalah sebesar Rp20.000 per orangnya. Sedangkan untuk retribusi parkir kendaraan seperti motor tarifnya sebesar Rp3.000. Dan untuk mobil atau kendaraan roda empat lainnya, biaya parkir mulai dari Rp10.000 hingga Rp20.000.

Ia menghimbau, bagi wisatawan yang ingin menikmati alam Posong harus mencari referenai agar suasana liburan anda benar-benar dapat dinikmati. Misalnya pada waktu tertentu wisatawan tak direkomendasikan membawa kendaraan pribadi untuk menuju Posong, karena khawatir terkendala lalu lintas karena banyaknya lalu lalang masyarakat yang membawa hasil panen tembakau, mengingat jalannya yang sempit.

Solusinya, masyarakat diminta untuk parkir kendaraan sebelum masuk kawasan Posong kemudian dilanjutkan dengan naik ojek sampai lokasi. “Kalau masim panen tembakau, kendaraan masyarakat memenuhi jalan menuju Posong, dan jalan yang sempit mempersulit kendaraan berpapasan,” kata Naufal.

Fungsional Adiatama Kepariwisataan dan Ekraf (Sukor Pemasaran Wisata Din Budpar Kabupaten Tamanggung) Siti Kumalasari mengatakan, Temanggung sudah siap menerima kunjungan wisatawan dan diharapkan mampu mengangkat kembali jumlah kunjungan yang sempat terjun bebas akibat pandemi Covid-19.

Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, jelas Siti, secara masif dilakukan promosi lewat medsos. Tak jarang ikut serta dalam table top dengan menghadirkan buyers serta merealisasikan calender of event pariwisata Kabupaten Temanggung.

Kerjasma dengan biro perjalananan juga memberikan dampak yang signifikan bagi peningkatan kunjungan wisatawan. “Seperti biasa, kita memberikan keringanan bagi biro perjalanan yang membawa wisatawan ke Kabupaten Temanggung,” katanya.

Dinas Pariwisata Kabupaten Temanggung juga gencar melakukan berbagai promosi wisata baik di Wilayah Temanggung Selatan ataupun Utara salah satunya Event Festival Tlilir 2023 yang  pertama kalinya digelar pada 1-3 September 2023 atas prakarsa Pemerintah Desa Tlilir dan Dinas Pariwisata Temanggung. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.