Press "Enter" to skip to content

Pariwisata Domestik Dibuka, Bali Siap Sambut Wisatawan

Media Social Share

BISNISJAKARTA.ID. JAKARTA – Pariwisata domestik telah dibuka oleh Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Provinsi Bali dan seluruh stakeholder pariwisata Bali yang ditandai dengan Deklarasi Program Kepariwisataan Dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru & Digitalisasi Pariwisata Berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Peninsula Nusa Dua, Bali, belum lama ini.

Meski secara resmi sudah dibuka, namun beberapa kawasan wisata di Bali belum banyak dikunjungi wisatawan, seperti terlihat di kawasan Bedugul, Tabanan. Lalu lalang kendaraan hanya dipadati¬† warga lokal. “Masih bisa dihitung dengan jari, itupun warga lokal,” kata Kadek Astiti, pegawai restoran di Bedugul menggambarkan pengunjung kawasan wisata Pura Ulundanu.

Meski begitu, pengelola kawasan wisata favorit di Bali ini tetap menerapkan protokol.kesehatan secara ketat, dimana semua pengunjung wajib mencuci tangan, menjaga jarak, dan cek kesehatan menggunakan thermogun. “Protokol kesehatan diterapkan secara ketat, termasuk pengunjung yang sekedar makan atau minum di restoran ini,” kata Astiti.

Pemandangan serupa juga tampak di Kuta dan Pantau Pandawa. Seperti di kawasan Jalan Kartika Plaza Kuta, beberapa art shop masih banyak yang tutup. Hanya, ada minimarket dan mall yang dibuka tetapi hilir mudik wisawatan domestik masih tidak terlihat.

Pemandangan serupa juga terlihat di Pantai Kuta, dimana hanya beberapa wisatawan domestik maupun warga setempat yang berkunjung ke Pantai Kuta. Selain itu, para pedagang yang biasa berjualan di pantai juga belum membuka lapaknya.

Suasana sunyi, juga terjadi di kawasan Poppies l dan ll yang biasanya tak pernah sepi dari kerumah wisatawan asing maupun domestik, kini seperti tak berpenghuni hanya ada beberapa art tatto, art shop surfing dan beberapa restoran serta warung makan yang mulai beroperasi.

Sementara itu, di kawasan Pasar Seni Kuta merupakan pusat oleh-oleh khas Bali juga terlihat sepi, deretan toko masih banyak yang tutup hanya beberapa pedagang yang menjajakan pernak-pernik hingga baju di tokonya.

Begitu pula di Pantai Pandawa, Badung Selatan. Lahan parkir yang luas tak lagi tampak dengan mendaraan seperti terjadi sebelum pandemi virus covid-19. Kendaraan yang terparkir hanyalah kendaraan warga yang melakukan aktivitas di Pantai Pandawa, bukan wisatawan domestik. “Itu, umumnya kendaraan warga yang beraktivitas di sini,” jelas Ketut Parwata, salah seorang warga yang membuka kios di tepi pantai.

Parwata mengatakan, dirinya membuka kiosnya semenjak tanggal 9 Juli 2020 lalu. Karena, ada pelonggaran dari pemerintah dibukanya pariwisata untuk orang lokal saja. “Sudah buka sejak 9 Juli. Ada beberapa (wisatawan) yang lewat tapi tidak belanja. Iya masih sepi sekali,” katanya.

Ia mengaku, menutup tokonya dua hari sebelum Hari Raya Nyepi, karena waktu itu sudah mulai banyak pemberitaan soal virus corona dan dirinya pun takut untuk berjualan kembali. “Menurun 100 persen (pemasukan), saya sudah hampir 5 bulan tutup. Makannya, sekarang ada kelonggaran sedikit kita buka. Tapi tidak ada tamu, walaupun sabar menunggu sampai sore,” ungkapnya.

Ia juga bercerita, selama menutup tokonya hanya menganggur di rumahnya, dan untuk sehari-hari mengandalkan sisa uang tabungan. “Buka, tapi tidak ada tamu, sepi sekali. Harapan saya, dari Menteri Pariwisata harus ada gebrakan apa. Supaya pariwisata di Bali berjalan seperti semula,” ujarnya.

Hal senada, juga diungkapkan oleh Jusnawi (46) yang memiliki art shop di Jalan Legian, Kuta, Bali.¬† “Iya, sekitar 5 bulan (tutup) sekarang baru buka. Iya cari ceperan siapa tau ada tamu yang beli. Kalau penurunan sekitar 70 persen,” ujar pria asal Kabupaten Sumenep, Madura ini.

Ia juga menyatakan, kendati sepi tapi ada beberapa tamu yang masih tinggal di Bali mampir ke Art Shop-nya dan membeli barangnya. Namun, tentunya tidak seramai dulu. “Iya, beberapa saja ada yang beli. Tapi cukup buat makan saja. Harapannya, pariwisata kembali seperti semula,” ujarnya.

Protokol Kesehatan

Sementara Kawasan Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), secara resmi membuka kembali kawasan The Nusa Dua Bali bagi kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) bersamaan dengan Deklarasi Program Kepariwisataan Dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru & Digitalisasi Pariwisata Berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Managing Director The Nusa Dua Bali, I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, pihaknya sudah siap menyambut wisatawan diantaranya terkait kebersihan lingkungan, wisatawan yang berkunjung tak perlu khawatir. Pengelola kawasan telah menambah fasilitas penunjang pelaksanaan protokol kesehatan berupa tempat cuci tangan sebanyak 5 lokasi, signage physical distancing sebanyak 14 titik dan toilet.

Untuk memastikan tingkat hygene kawasan, kata Ardita, kegiatan penyemprotan disinfektan juga dilakukan secara rutin dan terjadwal sebanyak 2 kali sehari. Guna menarik pengunjung atau wisatawan, sejumlah tenant The Nusa Dua menawarkan berbagai program promosi menarik. Mulai dari promo menginap, belanja, hingga kuliner.

Ardita menambahkan, The Nusa Dua dengan konsep one stop destination, memiliki beragam pilihan beraktivitas dan kelengkapan fasilitas sehingga wisatawan dapat menikmati liburan dalam kawasan seluas 350 hektare (ha) ini, tanpa perlu keluar dari kawasan. “Kami berharap, upaya ini dapat mendorong bisnis The Nusa Dua dan pariwisata Bali dapat mulai bangkit kembali,” tandas Ardita. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.