DANAU TOBA, BISNISJAKARTA.ID – PT ASDP Indonesia Ferry menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kepariwisataan nasional dengan menjadi mitra resmi Kemenparekraf. Kolaborasi ini diwujudkan melalui partisipasi ASDP dalam perhelatan The 17th Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle Working Group on Tourism (IMT-GT WGT) Meeting 2024 yang diselenggarakan di Pulau Samosir Kawasan Danau Toba, Senin (12/8).
Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin mengungkapkan bahwa sebagai bentuk kontribusi nyata, ASDP mengambil peran penting dengan menyediakan layanan transportasi penyeberangan bagi seluruh delegasi yang hadir dalam IMT-GT WGT Meeting. “Kapal Motor Penumpang (KMP) Pora-Pora, salah satu kapal ferry ASDP nantinya akan digunakan untuk mengangkut para delegasi selama acara berlangsung. Layanan penyeberangan ini juga merupakan penawaran ASDP dalam memberikan pengalaman pariwisata khususnya di kawasan Danau Toba yang kaya akan keindahan alam dan budayanya,” ujarnya.
Adapun kegiatan IMT-GT WGT Meeting 2024 sendiri merupakan forum kerja sama regional yang bertujuan untuk memperkuat dan memperluas sektor pariwisata di antara negara-negara anggota, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Pariwisata ketiga negara, serta Center for IMT-GT Subregional Cooperation.
Selain berartisipasi dalam penyediaan transportasi, ASDP juga memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan produk dan layanan reservasi tiket online Ferizy ke seluruh anggota delegasi.
Dalam sesi pengenalan produk, ASDP menyoroti berbagai inovasi yang telah dilakukan, termasuk penggunaan teknologi digital melalui aplikasi Ferizy yang memudahkan pengguna dalam memesan tiket ferry secara online. “Langkah ini kami harapkan tidak hanya memperkuat brand ASDP sendiri, tetapi juga menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan promosi terkait kenyamanan serta kemudahan yang disediakan melalui pelayanan kami,” tutur Shelvy.
Sejak peluncurannya pada 2020, Ferizy telah menarik minat masyarakat dengan pertumbuhan pengguna yang pesat, dari 438.105 pengguna di tahun pertama hingga 2,38 juta pengguna pada Juli 2024 serta diterapkan di 37 pelabuhan strategis di seluruh Indonesia. (son)










