Press "Enter" to skip to content

Langkah Elegan Partai Nasional Demokrat

Media Social Share

Ada yang Interested dan differential dalam marwah perpolitikan tanah air minggu ini. Tak lain, adalah Partai Nasdem, partai yang diusung pengusaha media, Surya Paloh ini menjadi buah bibir perpolitikan tanah air bahkan Dunia. Manuver politik yang dilakukan Nasdem, menjadi partai politik pertama yang mengumumkan Capres secara resmi mendapat appreciate dari banyak kalanganNasdem tinggal memaikan iramanya dan akan menjadi pertimbangan penting bagi partai lain, mau menjadi follower atau berseberangan,” kata Lajiman, seorang mahasiswa Program Magister politik di Jakarta.

Pemilu 2024, memang masih 1,5 tahun lagi, namun suasana menjelang pemilu 2024 sudah terasa hangat. Tahun-tahun sebelumnya, parpol cenderung malu-malu untuk mengumumkan calon presidennya. Bahkan, mereka kasak-kusuk menjalin koalisi untuk mengusung nama calon presiden atau lebih memilih wait and see.

Rapat kerja nasional (Rakernas) Partai Nasdem pada 17-17 Juni 2022 merupakan momentum bola salju yang terus bergulir, isu capres cawapres akan terus bergulir sampai ke titik yang akhir dan Indonesia akan mendapat presiden dan wakil presiden baru.

Pada akhir rakernas nasdem di JCC, Ketua Umum Partai Nasdem mengumumkan secara langsung tiga nama calon presiden yang akan mereka usung. Ketiga nama tersebut selama ini memang cukuo popular dan banyak beredar di media, mereka adalah  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Panglima TNI, Jendral Andika Perkasa.

Pengumuman 3 capres partai Nasdem ini, tentu sudah ditimang-timang di Internal partai, meskipun nantinya Partai Nasdem hanya mengusung satu nama yang akan menjadi calon presiden di tahun 2024. Siapa calon presiden tunggal ? tentu Partai Nasdem akan berhitung dan tidak akan gegabah, serta melihat eskalasi politik nasional yang terus berkembang.

Langkah strategi Nasdem dalam mengeluarkan 3 (tiga) nama tersebut, menurut penulis adalah langkah tepat dan merupakan  kartu truf politik Nasdem untuk meraih suara sebanyak-banyaknya dalam pemilu 2024. Mengingat  ketiga nama tersebut memiliki masa dan pendukung yang sangat banyak. “Ini adalah marketing Cerdas Partai Nasdem untuk memenangi perpolitikan nasional, “ kata pengamat komunikasi politik UPI Bandung, Karim Suryadi.

Bukan tidak mungkin dengan marketing cerdas ini, Partai Nasdem akan masuk tigas (3) besar partai politik pada kontenstan 2024, bahkan bisa saja menjadi pemenang pemilu 2024.

Penulis mencoba sedikit saja membreakdown latar belakang ketiga (3) calon Presiden Partai Nasdem. Diurutan pertama Anies baswedan. Anies bukanlah orang baru di Nasdem, sebelumnya Anies adalah deklarator Ormas Nasdem dan banyak polling yang menyebutkan bahwa Anies adalah calon presiden potensial, mungkin atas pertimbangan inilah, rakernas mencalonkannya sebagai Capres. Dengan mencalonkan Anies, pundi-pundi suara Nasdem tentu akan bertambah signifikan,

Bakal calon kedua adalah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Ini menjadi langkah strategis Nasdem untuk tetap menjaga hubungan baik dengan PDIP yang notabene sebagai partai pemenang pemilu tahun 2019, Meskipun irama capres Ganjar Pranowo di PDI-P masih Tarik ulur karena Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri belum mengumumkan Capres. Namun Ganjar memiliki massa yang sangat militan dan real, bahkan para pendukung Ganjar, ada yang nekat meprolamirkan sebagai relawan Ganjar untuk Presiden.

Dan bakal calon presiden ketiga dari Partai Nasdem adalah Panglima TNI Jendral Andika Perkasa, langkah ini juga bisa dibilang cukup jitu karena selain namanya yang moncer sebagai panglima TNI, pencalonan Jendral Andika dinilai juga menjadi magnit dukungan para purnawirawan TNI yang tersebar luas diseluruh Indonesia.

Nasdem Tidak Mencalonkan Ketua Umum Partai

Nasdem cukup realisis dengan kondisi politik di tanaha air. Alih-alih mencalonkan ketua umumnya, justru partai ini mencalonkan ketiga nama yang berasal dari luar partai beradasarkan surveidan menjawab keinginan publik. Dengan akuntabilitas yang tinggi, tentu Nasdem pede, partainya menjadi partai yang layak jual dan memiliki peran penting baik dari Koalisi mapun non koalisi.

Bang Surya, demikian sapaan akrab Surya Paloh, tentu tak ingin terjebak dan mengikuti partai lain yang mencalonkan ketua umumnya menjadi bakal calon presiden karena kalau hanya didukung partainya saja tanpa elektabilitas yang tinggi dari masyarakat tentu sia-sia. Bisa saja sang ketua umum partai dicalonkan sebagai capres,  namun di era saat ini disinyalir malah memiliki resistensi dalam peraihan suara partai di 2024.

Langkah awal mengumumkan bakal calon presiden dinilai banyak kalangan sebagai curistart dan bargaining position yang lebih kuat. Ini jadi langkah yang sangat strategis karena dinilai menjadi partai yang paling siap menghadapi pemilu 2014. Langkah Nasdem untuk melakukan rekrutmen berjenjang dengan memperhatikan pendapat dan saran berkembang di masyarakat akan membuat kader internal akan lebih solid.

Yang Muda Memimpin 

Dengan melaunching 3 nama itu, Nasdem bisa melihat peta kekuatan sehingga mampu melihat peluang dan mendulang suara bahkan bisa saja meraih suara diatas 20 persen. “Saat ini Nasdem seperti berada di podium kehormatan dalam sebuah arena dan bisa melihat langsung pergerakan-pergerakan partai-partai lain,” Ujar Atma, Mahasiswa Program Doktoral UNPAD.

Nasdem tampaknya juga mulai meninggalkan wajak-wajah lama di jajaran kabinet dengan munculnya wajah baru yang lebih milenial. Ini juga cukup jitu karena mayoritas pemilih di Indonesia merupakan generasi muda. Bahkan pemilih pemula cukup banyak dan mereka sangat familier dengan sosial media. Inilah keuntungan bagi capres yang memiliki pendukung banyak terutama di dunia maya.

Tampaknya pada Pemilu 2024 ini, Bang Surya ingin menampilkan pemimpin muda yang milenial sesuai kemajuan teknologi. Sosok pemimpin muda yang memiliki jiwa nasionalis religius dan berfikir kedepan dengan segala kemajuan teknologi dan memiliki pergaulan internasional menjadi sosok ideal pemimpin Indonesia. Bukan Pemimpin-pemimpin lawas, yang harusnya hanya menjadi supporting pada pemilu 2024. Kita tunggu saja. ***

*Suhendra Atmaja – Praktisi Komunikasi InterStudi

 

Mission News Theme by Compete Themes.