Press "Enter" to skip to content

Jokowi Kunjungi Saudi Arabia, Momentum Perkuat Kerjasama Internasional

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Pertemuan diplomatik antara Presiden Jokowi dan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dengan Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman Al Saud membuka jalan bagi kerja sama positif antara Indonesia dan Arab Saudi. Inisiatif kerja sama termasuk peningkatan kuota haji, investasi, perdagangan dan dukungan perdamaian merupakan langkah yang menjanjikan. Saya meyakini bahwa kerja sama ini akan membawa manfaat ekonomi yang signifikan bagi kedua negara, dikarenakan sejumlah faktor antara lain :

Pertama, peningkatan kuota haji merupakan hal yang penting bagi Indonesia dan dapat memberikan dampak positif pada sektor pariwisata dan jasa di Indonesia. Selain itu, peningkataninvestasi Arab Saudi di Indonesia akan menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Kedua, kerja sama dalam perdagangan membuka peluang bagi ekspor produk Indonesia ke pasar Arab Saudi yang dapatmeningkatkan volume perdagangan ekspor produk Indonesiadan mendiversifikasi pasar Indonesia khususnya produk kelapasawit dan turunannya.  

Jumlah ekspor minyak goreng tahun lalu ke Arab Saudi mencapai 225,98 juta metrik ton dengan nilaiUS$265,73 juta atau setara 32% dari total kebutuhan mereka.Dengan adanya kerja sama ini tentunya dapat memperbesar jumlah ekspor Indonesia ke Arab Saudi.

Ketiga, dukungan bersama terhadap perdamaian, khususnyadalam konteks serangan Israel di Gaza, mencerminkan komitmen kedua negara terhadap stabilitas di kawasan. Ajakan Presiden Jokowi terhadap Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk bersama-sama menghentikan eskalasi di daerah konflikagar tidak makin meningkat serta mendorong agar permasalahandi daerah konflik Palestina dan Israel dapat segera terselesaikantelah sejalan dengan cita-cita Bangsa Indonesia dalampreambule UUD 1945 yang menyatakan bahwa kemerdakaanadalah hak segala bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.

Terakhir, pembentukan tim perundingan Perjanjian KemitraanEkonomi Komprehensif menunjukkan niat kuat kedua negara untuk memperkuat kerja sama ekonomi jangka panjang. Perjanjian tersebut dapat membawa manfaat jangka panjangdalam hal pertumbuhan ekonomi.***

*Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H., Pakar Hukum Bisnis dan Perdagangan Internasional

Mission News Theme by Compete Themes.