Press "Enter" to skip to content

Build Back Better, Transpormasi Menuju Era New Normal

Media Social Share

BISNISJAKRTA.ID. JAKARTA – Pandemi Covid-19 telah memporak-porandakan sendi-sendi kehidupan seluruh lapisan masyarakat. Berbagai langkah dilakukan pemerintah untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan, diantaranya memberikan berbagai stimulus dan relaksasi pada sektor yang memungkinkan ekonomi bergerak menuju era new normal. Demikian dikatakan Program Manager LCDI WRI Indonesia Egi Suarga pada Journalism Workshop & Fellowship Build Back Better secara virtual di Jakarta, Kamis (8/10).

Workshop yang digagas Forum Editorial the Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) bertajuk Build Back Better menghadirkan sejumlah nara sumber, selain Edi Suarga dengan bahasan Build Back Better dalam berbagai konteks pembangunan, juga Wartawan Senior Harry Surjadi dengan bahasan Membedah Build Back Better dari perspektif jurnalistik.

Menurut Egi, build back better bertujuan menghindari terjadinya kondisi kerentanan dan menjadikan proses pemulihan sebagai transformasi menuju arah yang lebih baik yang mencakup transfomasi sosial, ekonomi, dan lingkungan. Sehingga pemulihan pasca Covid-19 tidak hanya berorientasi pada ekonomi dan sosial tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan.

Beberapa hal terkait mekanisme build back better yang dapat dilakukan, kata Egi, antara lain transisi pola bisnis menjadi pembangunan berkelanjutan ramah lingkungan.

Selain itu, pada lokasi bekas tambang maupun penggalian dapat dilakukan rehabilitasi lingkungan berupa penanaman pohon dan transformasi lahan menjadi lokasi ekowisata.

Selanjutnya, jelas Egi, adalah peningkatan ketersediaan bahan pangan melalui konsep family farming yang dapat diterapkan pada masyarakat melalui pemanfaatan pekarangan rumah sebagai lahan menanam serta penggunaan sampah organik sebagai pupuk.

Selain itu, pemerintah dapat mendorong kebijakan perekonomian hijau melalui CSR yang berorientasi pada kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Jika hal tersebut diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan, Egi yakin, berbagai permasalahan yang timbul pascabencana dapat diatasi dan pembangunan akan tetap terlaksana dengan mempertahankan kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.

Sementara pada Era New Normal, kata Egi, ada dua pilihan yang harus dilakukan yaitu me-reset model pembangunan dan investasi menjadi pembangunan rendah business as usual karbon dan berkelanjutan (build back better) yang dilakukan dengan mengedepankan pendekatan holistik dan terintegrasi.

Ia mengatakan, banyak negara di dunia telah menyadari kebutuhan dan peluang manfaat dari pemulihan yang berkelanjutan pasca pandemi Covid-19. “Fokus dimensi Build Back Better adalah pada kesejahteraan dan inklusivitas,” katanya.

Hal lain Building Back Better in Post-Disaster Recovery (GFDRR), jelas Egi, yaitu membangun dengan lebih Adil (build fairer). Kata kuncinya adalah penanggulangan kemiskinan, menurunkan kesenjangan dan penurunan exposure dari risiko lingkungan.

Selain itu, memberikan kesempatan dan keberpihakan kepada perempuan, masyarakat adat dan kaum rentan untuk memperoleh akses yang sama. Egi mencontohkan pelibatan kaum perempuan dalam program pemulihan lingkungan, pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.