Press "Enter" to skip to content

Tantangan Industri Bus, Diterpa Krisis Moneter Hingga Pandemi Covid-19

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Masa pandemi Covid-19 menjadi tantangan terbaru dari industri transportasi darat khususnya Pengusaha Otobus (PO) bus. Tantangan yang selama ini dihadapi bahkan belum sepenuhnya teratasi yakni persaingan dengan moda transportasi udara. Tantangan inilah yang tengah dihadapi Perusahaan Otobus (PO)  tertua di Sumatra Barat, yakni PT Naikilah Perusahaan Minang (NPM).

Ketika tim Perpalz TV dalam agenda #PerpalzGoestoSumatra tiba di Padang Panjang, Sumatera Barat, langsung disambut oleh satu-satunya PO bus tertua di Sumatra Barat, yakni PT NPM, mungkin juga di Indonesia.

Walikota Padang Panjang Haji Fadly Amran B.B.A juga tampak hadir menyambut. “Pada Sumatra Roadhow Perpalz TV bertajuk #PerpalZGoestoSumatra ini kami berkunjung ke PO bus tertua di Padang, yakni NPM. Kami mendengarkan bagaimana mereka menjalankan bisnisnya, bertahan di tengah terpaan tantangan bisnis hingga saat ini. Diharapkan ada cerita menarik yang dapat dibagikan bagi pelaku PO bus lainnya di Indonesia,” ujar Kurnia Lesani Adnan (Sani), Host dan Founder Perpalz TV yang juga Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) saat berkunjung ke NPM di Padang beberapa waktu lalu.

PT NPM sudah berjalan sebelum kemerdekaan Republik Indonesia tepatnya sekitar tahun 1937, sekitar 80 tahun melayani masyarakat. Surat ketetapan perusahaan diterbitkan pada tahun 1948 dan masih dengan menggunakan bahasa Belanda.

Sani sangat bangga dengan NPM karena merupakan satu-satunya perusahaan angkutan yang tertua di Sumatra Barat, bahkan di Indonesia. “Ini perusahaan tertua, bahkan di Indonesia. Lihat saja, surat pembentukan perusahaan saja masih menggunakan bahasa Belanda dan ditandatangani oleh Kementerian Hukum Hindia Belanda yang saat itu memerintah di Indonesia,” papar Sani seraya menunjukkan surat pembentukan perusahaan PT NPM yang sudah berusia puluhan tahun.

PT NPM kini dipimpin oleh Angga Vircansa Chairul yang merupakan generasi ketiga dan saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT NPM mulai tahun 2009. Saat ini PO NPM melayani AKDP (Antar Kota Dalam Propinsi), AKAP (Antar Kota Antar Propinsi) dan Pariwisata.  Saat ini rute perjalanan yang dilayani adalah Sumatra Barat menuju beberapa kota di Sumatra dan Jawa.

NPM sendiri merupakan sebuah akronim yaitu “Naikilah Perusahaan Minang” di mana pada jaman itu memang sedang trend nama perusahaan dengan akronim. Sejarah PO NPM yang didirikan oleh Bahauddin Sutan Barbangso Nan Kuniang ini berbasis di kota Padang Panjang, Sumatra Barat. PT NPM memiliki motto “Aman, Tepat, Terpercaya” yang juga bersaing dengan PO ALS, PO ANS dan lain-lain. “Sebagai PO bus tertua, kami telah menjalani masa pasang surut, mulai dari krisis moneter di tahun 1998 hingga awal tahun 2000-an yang turut memukul bisnis transportasi, selanjutnya maraknya transportasi udara dan kini adanya pandemi Covid-19. Kami ditantang untuk terus berinovasi untuk bisa bertahan dan bertumbuh di industri transportasi darat,” ujar Angga.

Angga menceritakan PO NPM meraih masa kejayaannya pada tahun 90-an dengan rute Padang – Bukittinggi. Pada era itu NPM dapat memberangkatkan 40 bus setiap hari dengan 7 jadwal keberangkatan. Namun masa kejayaan PO NPM pun dirasakan kandas ketika krisis moneter melanda Indonesia yang juga berimbas pada bisnis transportasi di tahun 1998 hingga awal tahun 2000-an.

PO NPM pernah memiliki jumlah unit hingga 101 unit pada tahun 90-an dan karena imbas krisis moneter tersebut unit tersisa menjadi 40-an unit saja karena banyak yang dijual demi menutup biaya operasional.

Selain krisis moneter, hal lain yang memengaruhi surutnya bisnis transportasi darat adalah dengan adanya transportasi udara yang memiliki banyak rute di beberapa kota, jumlah maskapai yang semakin banyak dan tentunya harga yang mulai terjangkau. “Masyarakat lebih banyak beralih ke moda transportasi udara sehingga menyebabkan bisnis moda transportasi darat menurun jumlah peminatnya. Bahkan dalam setahun terakhir ini, terpaan dari pandemi Covid-19 juga turut menjadi tantangan terbesar PO bus,“ ujar Angga.

Pada awal Angga memegang perusahaan NPM, jumlah unit yang beroperasi tersisa hanya 27 unit dan sampai saat ini sudah mulai berkembang kembali sehingga jumlah unit yang beroperasi ada sekitar 57 unit, melayani Padang – Jakarta, Padang – Medan, Padang – Jambi dan Pariwisata. “Dasarnya saya memang tidak memiliki pengalaman dalam mengembangkan bisnis angkutan ini. Namun saya sangat beruntung bisa bertemu dengan bang Sani (Kurnia Lesani Adnan) dan bergabung di Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia,” ujar Angga.

Angga mengakui banyak belajar dari Kurnia Lesani Adnan yang merupakan founder sekaligus host Perpalz TV yang juga Direktur Utama PO SAN. “Banyak hal yang saya dapatkan dari bang Sani sehingga saya hingga saat ini mampu mempertahankan perusahaan keluarga yang saat ini saya tangani,” papar Angga.

Disambut Hangat

Angga sangat bangga dengan kehadiran Perpalz TV dan menyambut hangat kehadirannya di Padang Panjang. Tak hanya itu, Walikota Padang Panjang Haji Fadly Amran B.B.A juga tampak hadir menyambut.

Dalam kesempatan itu, rombongan disambut dengan kesenian adat yang diadakan di Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM). Bangunan rumah adat Minangkabau juga tarian adat Minang pun menyambut kehadiran Perpalz TV.

“Kami ucapkan selamat datang kepada Perpalz TV. Satu kebanggaan Perpalz TV bisa datang mengunjungi Padang Panjang. Silahkan kunjungi tempat wisata yang ada di sini,” sambut Walikota Fadly Amran.

Dalam kesempatan itu, Kurnia Lesani Adnan juga memyampaikan keluh kesahnya terhadap akses jalan menuju PDIKM. Di mana Bus Mercedes-Benz OC500 RF 2542 milik PO SAN kerap sekali tersangkut kabel yang melintang di jalan.

“Melalui kesempatan ini, kami mohon kiranya pak Walikota bisa menindaklanjuti apa yang kami rasakan ketika ingin menuju ke lokasi ini. Portal di bagian depan tidak cukup untuk bus kami begitu juga banyak kabel di jalan yang melintang. Tentunya ini bisa jadi mengurangi kenyamanan wisatawan yang berkunjung dengan bus kesini,” ujar Sani.

Menanggapi ini, Walikota Padang Panjang Fadly Amran berjanji akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pembenahan. “Sebuah koreksi yang sangat baik menurut kami, untuk itu kami akan coba berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pembenahan,” pungkasnya. (son)

 

Mission News Theme by Compete Themes.