TANGERANG, BISNISJAKARTA.ID- DPR menilai, pelayanan navigasi penerbangan telah dipersiapkan dengan baik oleh AirNav Indonesia, sehingga memberikan keyakinan bahwa keselamatan penerbangan di ruang udara Indonesia tetap menjadi prioritas utama. Hal itu terungkap dalam pertemuan Komisi V DPR dan jajaran AirNav di Tangerang, Jumat (22/5).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung kemajuan modernisasi serta resiliensi sistem navigasi penerbangan nasional yang dilakukan AirNav Indonesia. Selain itu, juga untuk memastikan kesiapan mitigasi terhadap gangguan Global Navigation Satellite System Radio Frequency Interference (GNSS RFI) yang menjadi perhatian komunitas penerbangan internasional.
Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno memaparkan kondisi terkini pelayanan navigasi penerbangan nasional, kesiapan sistem mitigasi gangguan Global Navigation Satellite System Radio Frequency Interference (GNSS RFI), hingga penguatan operasional melalui Indonesia Network Management Center (INMC) dan New Jakarta Air Traffic Services Center (New JATSC).
Avirianto menjelaskan, AirNav Indonesia bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus memperkuat modernisasi sistem navigasi penerbangan nasional melalui implementasi Air Traffic Management Automation System (ATMAS), penguatan sistem cadangan navigasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia operasional.
Menanggapi paparan tersebut, Ketua Tim Komisi V DPR RI Ridwan Bae menyampaikan apresiasinya terhadap kesiapan AirNav Indonesia dalam menjaga keselamatan navigasi penerbangan nasional. “Komisi V DPR mengapresiasi kesiapan AirNav Indonesia dalam memastikan pelayanan navigasi penerbangan nasional tetap berjalan aman dan andal. Dari paparan yang kami terima, kami melihat sistem yang dimiliki AirNav Indonesia telah dipersiapkan dengan baik, termasuk dalam menghadapi gangguan sinyal navigasi penerbangan,” ujar Ridwan Bae.
Ia menegaskan, Komisi V DPR juga berkomitmen mendukung berbagai langkah penguatan dan pengembangan pelayanan navigasi penerbangan nasional demi memastikan keselamatan penerbangan di seluruh wilayah udara Indonesia tetap terjaga secara optimal.
Anggota Komisi V DPR RI Saadiah Uluputty yang sebelumnya turut memberikan perhatian terhadap isu gangguan sinyal GPS pesawat atau GNSS RFI, juga menyampaikan apresiasinya setelah melihat langsung kesiapan operasional AirNav Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menegaskan, modernisasi sistem navigasi penerbangan nasional melalui implementasi New JATSC merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas, keselamatan, efisiensi, dan ketahanan pelayanan lalu lintas udara Indonesia yang terus berkembang.
Lukman juga menjelaskan bahwa seluruh tahapan implementasi sistem dilakukan secara bertahap dengan mitigasi risiko dan contingency plan yang komprehensif guna memastikan pelayanan navigasi penerbangan tetap berjalan aman dan andal.
Terkait gangguan GNSS RFI yang sempat terjadi di sekitar Bandara Soekarno-Hatta, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bersama AirNav Indonesia memastikan operasional penerbangan tetap dapat berlangsung aman melalui optimalisasi sistem navigasi cadangan berbasis terrestrial seperti Instrument Landing System (ILS), Distance Measuring Equipment (DME), dan VHF Omnidirectional Range (VOR), serta dukungan radar vector oleh petugas ATC.
Kunjungan kerja juga dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke Indonesia Network Management Center (INMC) dan ruang operasional New JATSC untuk melihat secara langsung sistem pengelolaan lalu lintas penerbangan nasional yang dioperasikan AirNav Indonesia.
Melalui kunjungan ini, AirNav Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keselamatan, keteraturan, dan efisiensi pelayanan navigasi penerbangan nasional melalui penguatan sistem operasional, teknologi, dan koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan penerbangan nasional. (son)









