Press "Enter" to skip to content

#Safe Travel Campaign (4), Bali Siap Menunggu Wisatawan

Media Social Share

PANDEMI COVID-19 telah mengubah kebiasaan lama menuju kebiasaan baru dalam hal perilaku masyarakat sehingga selama vaksin belum ditemukan maka tren berwisata akan mendorong wisatawan memilih destinasi wisata dengan lingkungan yang memiliki protokol kesehatan yang memadai, dan itulah yang dilakukan Pemprov Bali dalam rangka menyambut wisatawan.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat menerima Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Haryadi Sukamdani dan Ketua Indonesia National Air Carrier Association ( INACA) Denon Wiraatmadja dan rombongan presstour #Save Travel Campaign

mengatakan, pariwisata Bali pasca Covid 19 akan dibuka secara terbatas dan bertahap. “Tidak semua kawasan akan dibuka, hanya yang telah secara baik menjalankan protokol kesehatan-lah yang kita buka, itupun dengan sertifikasi dari pemerintah daerah,” tandas Wagub.

Pemprov Bali sendiri, menurut Wagub, telah mengeluarkan pedoman kesehatan di 14 sektor. Panduan ini ditambah pula ketentuan khusus di sektor pariwisata melalui SOP-nya masing-masing. “Kami cukup bangga, teman-teman pelaku pariwisata yang belum siap secara jujur menyatakan belum siap. Keterlibatan masyarakat juga sampai sekarang masih disiplin dimana Desa adat bahkan membuat sanksi tersendiri terkait protokol kesehatan,” jelas Cok Ace.

Penerapan SOP protokol kesehatan tersebut, menurut Wagub, adalah hal yang akan dikedepankan dalam ‘promosi’ Bali terutama setelah pembukaan pintu wisatawan domestik 30 Juli 2020 dan jelang pembukaan untuk wisman pada 11 September mendatang. “Selain protokol kesehatan, untuk karyawan hotel misalnya kita laksanakan tes covid secara berkala. Mudah-mudahan tidak ada halangan sehingga 11 September pintu wisman ke Bali bisa dibuka, selain tentu saja menunggu regulasi pemerintah pusat dan negara lain untuk pembukaan penerbangan,” sambungnya.

Dalam sebuah poling secara virtual melalui webinar-webinar, Wagub Cok Ace juga menyebut calon wisatawan dari berbagai negara menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk berkunjung ke Bali, bahkan hingga mencapai angka 80 persen.

Dirinya juga bersyukur penyebaran Covid 19 di Bali tidak separah daerah lain di Indonesia. Berdasarkan statistik 2 minggu terakhir tingkat kesembuhan hampir 87 persen, sedangkan tingkat kematian hanya 1 persen. Artinya juga Grafik kesembuhan kami di Bali posisinya masuk fase recovery, dimana jauh lebih banyak yang sembuh. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.