Press "Enter" to skip to content

#Safe Travel Campaign (1) Saatnya Bangun Kepercayaan Masyarakat untuk Terbang

Media Social Share

PANDEMI Virus Corona telah menimbulkan ketakutan bagi semua orang. Dampaknya pun, membuat semua sektor lumpuh dan mati suri, seperti sektor priwisata dan industri pendukung lainnya – seakan terjun bebas dalam jurang yang sangat dalam – terpuruk. Upaya untuk menggairahkan sektor pariwisata, stakeholder kepariwisataan menggelar presstour guna melakukan kampanye #Save Travel Campaign. Begini sasarannya.

Ketua Indonesia National Air Carrier Association ( INACA) Denon Wiraatmadja mengatakan program ini diterapkan untuk membangun kepercayaan masyarakat dalam melakukan perjalanan menggunakan pesawat terbang. “Safe Travel Campaign ini untuk membangun kepercayaan, rasa aman dan nyaman masyarakat di masa pandemi Covid-19 melalui seluruh protokol kesehatan dan keselamatan yang telah dilakukan pihak terkait di bidang transportasi,” kata Denon.

Denon menerangkan, Travel Safe Campaign ini juga untuk mengedukasi masyarakat agar selalu mematuhi dan menaati protokol di tengah pandemi ketika dalam melakukan perjalanan dengan pesawat udara.

Kampanye Safe Travel Campaign ini, kata Denon, nanti akan menciptakan Safe Airport (bandara yang aman), Healthy Airport (bandara yang sehat), dan Hygiene Airport (bandara yang higenis).

Denon Prawiraatmadja mengatakan, tidak dipungkiri bahwa saat ini ada sebuah persepsi di tengah masyarakat yang harus diluruskan, yaitu kekhawatiran yang menyebutkan bahwa terdapat risiko besar terjadinya penularan Covid-19 saat berpergian dengan menggunakan pesawat.

Padahal, kqta Denon, hal tersebut kurang tepat. Hal ini didasari oleh penelitian dari Penasehat Medis dari Internasional Transport Association (IATA) bernama Dr. David Powell yang menyebutkan bahwa sangat kecil terjadinya penularan virus Covid 19 di dalam pesawat. “Penelitian tersebut diawali dengan menanyakan kontak medis dari 18 maskapai atau sekitar 14% global traffic tentang kasus dugaan transmisi Covid-19 dalam penerbangan. Hasilnya tiga kejadian diduga penumpang ke crew, empat kejadian pilot ke pilot tetapi waktunya tidak diketahui dan yang terakhir tidak ada kejadian penumpang ke penumpang,” kata Denon.

Tidak sampai disana saja, Dr. David Powell melakukan pemeriksaan yang lebih rinci terhadap empat maskapai dengan tindak lanjut kesehatan masyarakat dari 1100 kasus yang dikonfirmasi pasca-penerbangan dan hasilnya tidak ada kasus sekunder yang diketahui di antara penumpang lain dan dua kejadian dari kemungkinan kasus crew.

Di tegaskan Denon bahwa dari hasil survey tersebut, Dr. David Powell membuat sebuah analisa untuk mengurangi resiko penularan Covid-19 saat di dalam pesawat yang dibagi menjadi tiga hal. Yaitu penanggulangan di kabin pesawat, penumpang dan sirkulasi udara di dalam pesawat.

Pada kabin, diharapkan ada pembatasan interaksi face to face dan menyediakan pembatas antar baris pada kursi. “Untuk penumpang, Dr. David Powell menganjurkan agar menghindari bepergian ketika sedang tidak sehat, tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain dan melatih etika saat batuk dan menjaga kebersihan tangan,” kata Denon. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.