JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyelenggarakan kegiatan townhall akhir tahun 2023 di Jakarta, Kamis (14/12). Kegiatan townhall ini menjadi sarana komunikasi langsung dari pimpinan teratas hingga seluruh pegawai.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto memberikan apresiasi atas semangat seluruh pegawai SKK Migas, baik di pusat maupun perwakilan yang mengikuti Townhall, termasuk yang mengikuti melalui online karena sedang bertugas di luar kantor.
Dwi menyampaikan, kegiatan komunikasi terus dilakukan setiap waktu dan diberbagai jenjang. Dia mengingatkan pentingnya townhall karena meskipun ada rapat koordinasi di berbagai lapisan pada waktu yang sama, maka di Townhall adalah kesempatan melakukan komunikasi secara langsung secara bersamaan.
Ia berpesan saluran komunikasi untuk menyampaikan ide-ide dan inovasi harus dimanfaatkan, agar kita yang sudah memiliki Clear Vision dapat merealisasikannya sesuai target yang telah ditetapkan.
Menyinggung Rapat Kerja SKK Migas, Dwi mengatakan, koridornya adalah Renstra yang didalamnya terdapat Long Term Planning (LTP) yang terfokus pada produksi dan lifting, sedangkan pilar lainnya memiliki target terkait multiplier effect, keberlanjutan lingkungan dan lainnya.
Terkait Renstra, Dwi menyampaikan, telah dicapai beberapa kemajuan yang berarti, berdasarkan komentar dari KKKS dan calon-calon investor. Hal-hal yang bisa dipetik disana adalah proses di SKK Migas tidak memakan waktu yang lama (simpel dan cepat), sepanjang data yang dibutuhkan lengkap.
Ia menekankan, proses mengurus izin tidak membingungkan dan tidak menyulitkan. Ini sangat berarti sebagai hasil dari transformasi yang telah kita lakukan bersama. Perubahan ini, kata dia, berkat adanya perubahan mindset yang baru, yaitu SKK Migas melayani maka akan dilakukan secepat mungkin, dan segera direalisasikan.
Fleksibilitas fiscall term, insentif dan lainnya adalah bentuk dukungan Pemerintah, ini telah dilakukan Pemerintah dengan adanya perbaikan dan insentif. Masih banyak tantangan terkait perizinan, adanya PNBP yang lain dan saat ini sedang terus diperjuangkan. (son)










