KARANG DAPO, BISNISJAKARTA.ID – Banjir besar yang melanda sejumlah desa dan kecamatan di Kabupaten Musirawas Utara, Sumatra Selatan sejak beberapa hari lalu telah merusak sejumlah infrastruktur, bangunan rumah, dan mengisolasi ribuan keluarga.
Banjir besar sepanjang sejarah ini pada awalnya emang dipicu hujan lebat yang tak henti-hentinya sejak akhir tahun lalu. Beberapa pekan sebelumhya, banjir juga melanda sejumlah desa dan kecamatan di Muratara akibat meluapnya Sungai Rawas. Namun banjir kali ini merupakan yang terparah sepanjang sejarah.

Di Kelurahan Karang Dapo misalnya, jalan Trans Subur yang selama ini tak pernah banjir, kali ini merendam banyak rumah warga di sepanjang jalan. Meski tak mengungsi, masyarakat terganggu karena mobilitas dan aktivitas keseharian mereka tak berjalan normal.
Kondisi tersebut diperparah dengan terputusnya aliran listrik, sehingga pada malam hari tidak ada penerangan. “Listrik sudah beberapa hari padam, sinyal seluler juga mati,” kata salah seorang warga Karang Dapo.

Merespon kondisi warga Karang Dapo dan berbagai daerah yang terdampak banjir di Muratara, Pemkab melalui dinas terkait sudah mulai mendistribusikan bantuan pangan. Pemkab juga mengimbau agar masyarakat khususnya yang berada di hilir sungai untuk tetap waspada, mengingat ketinggian air belum juga surut.
Sejauh ini, belum ada laporan korban jiwa dampak dari banjir ini, namun banyak warga di berbagai daerah mulai mengalami gangguan kesehatan. Sehingga masyarakat berharap, selain bantuan pangan dan sandang, masyarakat juga membutuhkan obat-obatan dan vitamin. (son)










