Press "Enter" to skip to content

Yuk, Memuliakan Lansia di Panti Jompo

Media Social Share

POPULASI manusia lanjut usia (lansia) terus bertambah. UU 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia diantaranya mengatur soal layanan bagi penyelenggaraan panti jompo. Upaya ini bertujuan untuk memastikan manusia lansia mendapatkan pelayanan kesehatan dan sejahtera secara fungsional.

Meski upaya dan pemberdayaan lansia sudah dipayungi produk hukum dan jaminan kesejahteraan mereka, namun acap kali di antara mereka mengalami depresi. Ini disebabkan diantaranya oleh kegagalan penyesuaian diri sebagai penghuni baru panti jompo.

Keputusan pribadi ataupun tinggal secara paksa di panti jompo dapat memberikan dampak secara psikologis pada lansia, seperti sindrom stres relokasi, lamban beradaptasi dengan tempat tinggal yang baru.

Dampaknya, kondisi Ini berpotensi menjadi konflik sosial penderita dengan orang-orang di sekitarnya. Oleh karena itu, dukungan profesional kesehatan sangat dibutuhkan oleh lansia yang baru saja berpindah ke unit pelayanan sosial seperti panti jompo.

Untuk memgurangi dampak dimaksud, pengelola atau pengurus memberikan berbagai kegiatan yang dijadwalkan, termasuk kegiatan keagamaan, latihan fisik, dan pemeriksaan kesehatan berkala, serta fasilitas sosial pendukung rekreasional.

Seperti Panti Jompo Tresna Budi Mulia 1 Ciracas. Sebanyak 250 lansia saban hari melakukan berbagai kegiatan bersama untuk mengisi waktu. Mulai dari senam, mengerjakan kerajinan tangan, hingga bermain angklung, bernyanyi dan berjoget bersama.

Kebutuhan sandang pangan dan papan mereka pun sudah terpenuhi dengan baik, berkat bantuan dari Pemprov DKI Jakarta dan donator. Meski demikian, sesekali mereka merasa ada sesuatu yang hilang, yaitu hilangnya perhatian keluarga.

Kepala Panti Jompo Tresna Werdha Budi Mulia 1 Ciracas, Akmal Towe menyadari akan hal itu. “Kalau untuk kehidupan sehari-hari, Insya Allah Pemprov sudah memenuhi. Tapi beliau tidak hanya butuh itu, butuh juga perhatian. Perhatian itu adalah dari keluarga, masyarakat, dan dari siapa pun,” katanya.

Kunjungan keluarga atau siapapun membuat mereka bahagia. Kunjungan yang mungkin bagi orang kebanyakan adalah hal sepele, menjadi sebuah hal mewah yang jarang dinikmati para lansia ini. Kepedulian dalam bentuk kunjungan ini terlihat remeh, namun sangat berharga bagi para lansia ini di usia tuanya. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.