TANGERANG, BISNISJAKARTA.ID – Ekspektasi warga Perumahan Mahkota Simprug – Ciledug, Kota Tangerang mengenai proyek pengerukan Kali Cantika begitu tinggi, setelah dua excavator bekerja dari atas dan dari dalam kali pada ruas tertentu. Pengerjaan proyek beberapa bulan silam itu, kini menyisakan kondisi dasar kali yang tak sedap dipandang mata, dan aliran sungai tak lancar ketika hujan turun.
Realitas tersebut disebabkan pengerjaan satu ruas kali tak tersentuh alat berat alias tak jadi dikeruk lantaran dua unit excavator tidak dapat turun ke dasar kali, karena terhalang dua jembatan dan tingginya dinding turap.
Dampak yang dirasakan saat ini, air kali mengalir tak lancar karena terhalang material seperti batu-batu besar serta sampah yang tersangkut pada material yang mengedap di dasar kali.
Kini, yang dirasakan warga perumahan ketika musim kemarau seperti saat ini, adalah genangan air yang bersumber dari limbah rumah tangga tersebut menebarkan aroma tak sedap. Bahkan ketika hujan turun, air mengalir tak lancar dan acap kali meluap menggenangi jalan kompleks sehingga mengancam merendam sejumlah rumah di bantaran kali.
Penataan lingkungan kali justru menimbulkan persoalan baru. Jika hujan turun, air mengalir tak lancar. Tak diketahui penyababnya, namun diduga dua proyek yaitu pembangunan atau peninggian Jalan Basoka, dicurigai sebagai salah satu penyebabnya, karena selama ini sebelum peninggian jalan, air dengan leluasa menyebar dan meresap pada lahan-lahan kosong di sisi utara jalan.
Dugaan lainnya adalah pengurukan danau di di daerah Karang Tengah, dimana selama ini danau tersebut menjadi muara aliran kali Cantika. Dampaknya, air yang mengalir tak terserap secara maksimal karena daya tampung danau yang berkurang drastis.
Salah satu warga Perumahan Mahkota Simprug John F. Kenedy mendesak Pemkot Tangerang untuk melakukan evaluasi, kenapa sehabis pembangunan turap kali Cantika justru aliran sungai tak lancar. “Hujan sebentar saja sudah menimbulkan genangan di jalanan,” ungkap John kesel.
Jika kondisi tersebut tak segera ditangani, John khawatir pada suatu saat Perumahan Mahkota Simprug akan menerima dampaknya, dan dampak langsung seperti aspal jalan yang mengelupas serta menyisakan lobang di jalanan. “Tanda-tanda itu sudah terlihat. Hujan sebentar saja, jalanan sudah tergenang,” kata pria asal Palembang itu.
Merespon keluhan warga, Ketua RW 015 Perumahan Mahkota Simprug – Paninggilan Utara, Ciledug – Kota Tangerang Irfan Humaini berjanji akan dikomunikasikan dengan pengurus RT/RW di lingkungan RW 015. “Nanti kita sampaikan juga sebagai usulan ke Pemkot Tangerang, agar bisa dipercepat perbaikan jalan khususnya beberapa titik yang rendah di Jalan Mahkota Raya ” kata Irfan.
Menurut Irfan, usulan tersebut nantinya akan diprioritaskan pembangunan drainase di Jalan Mahkota Raya, sehingga air bisa mengalir cepat ke arah utara, sehingga pada saat hujan deras air cepat surut dan tidak menyisakan genangan.
Warga lainnya juga berharap, perlu penataan drainase untuk menampung air dari pemukiman warga di atas agar mengalir ke rumah pompa, sehingga air hujan tak selalu memenuhi aliran sungai. Jika solusi ini dilaksanakan, diyakinin tak ada lagi genangan air di jalanan kalau hujan hanya sebentar dan tak terlalu lebat. (son)










