Press "Enter" to skip to content

PELNI Hadirkan Hutan Mangrove Kampung Harapan di Kepulauan Seribu

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) meresmikan Hutan Mangrove Kampung Harapan PELNI di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kampung Harapan PELNI diresmikan secara langsung oleh Bupati Kepulauan Seribu Junaedi S.Sos, M.Si bersama Vice President Akuntansi PT PELNI Affan Taufan, Senin (22/11).

Manager Humas & Kelembagaan PT PELNI Idayu Adi Rahajeng menyampaikan bahwa program TJSL kali ini difokuskan pada pilar pembangunan lingkungan yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). “Ada 17 tujuan dalam SDGs yang menjadi acuan kami dalam pelaksanaan program TJSL. Dalam program ini kami mengacu pada poin 13 penanganan perubahan iklim dan poin 14 menjaga ekosistem laut,” tuturnya.

Program Hutan Mangrove Kampung Harapan PELNI merupakan wujud nyata BUMN Untuk Indonesia melalui TJSL yang ditujukan untuk menunjang pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan hidup dalam menjaga keseimbangan alam bagi generasi mendatang. Kehadiran PT PELNI di Kepulauan Seribu ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya PELNI hadir di Pulau Sepa, Kepulauan Seribu pada tahun 2017 dengan program pemasangan instalasi revitalisasi terumbu karang. “Tahun ini kami hadir kembali namun dengan program yang berbeda. Kami telah menyiapkan sebanyak 15.000 bibit Mangrove yang akan ditanam secara bertahap dengan memperhatikan kondisi air laut. Kegiatan ini juga akan diikuti oleh proses monitoring dan perawatan untuk memastikan mangrove yang ditanam dapat tumbuh dan pada akhirnya dapat menunjang ekosistem di wilayah Pulau Harapan,” jelas Idayu.

Perusahaan berharap dengan hadirnya TJSL – Hutan Mangrove Kampung Harapan PELNI di Kepulauan Seribu dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan penduduk sekitar, khususnya agar ekosistem perairan dapat terus terjaga di Kepulauan Seribu. “Mari kita bersama-sama melalui program ini menghadirkan ekosistem perairan yang baik sehingga keseimbangan alam akan terus terjaga,” pungkas Idayu.

PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak pada bidang transportasi laut hingga saat ini telah mengoperasikan sebanyak 26 kapal penumpang dan menyinggahi 83 pelabuhan serta melayani 1.100 ruas.

Selain angkutan penumpang, PELNI juga melayani 45 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di daerah 3TP di mana kapal perintis menyinggahi 275 pelabuhan dengan 3.739 ruas. PELNI juga mengoperasikan sebanyak 16 kapal Rede. Sedangkan pada pelayanan bisnis logistik, kini PELNI mengoperasikan 10 trayek tol laut serta 1 trayek khusus untuk angkutan ternak. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.