Press "Enter" to skip to content

Yuk, Miliki Buku Tol Laut

Media Social Share

BISNISJAKARTA.ID. JAKARTA – Kementerian Perhubungan meluncurkan penerbitan dan bedah buku “Tol Laut Konektivitas Visi Poros Maritim Indonesia” secara virtual di Jakarta, Senin (21/9). Buku ini merupakan karya akademis Kementerian Perhubungan (Direktorat Jenderal Perhubungan Laut) bersama para peneliti dan akademisi Perguruan Tinggi di Indonesia.

Buku ini memuat secara terstruktur mengenai program Tol Laut, dimulai dari filosofi program Tol Laut yang mengulas dari sisi sejarah, kapal dan jaringan trayek, pelabuhan dan fasilitasnya, sistem manajemen logistik dan digitalisasi Tol Laut, serta kisah sukses program tol laut. “Kami membutuhkan kolaborasi dengan kalangan akademisi yang dapat memberikan masukan berkelanjutan yang bermanfaat untuk pengembangan program ke depan. Sebaliknya, kami juga memiliki misi untuk turut memberikan edukasi mengenai kekuatan laut Indonesia dan bagaimana distribusi logistik kepada  kalangan perguruan tinggi. Buku ini bukan hanya menjadi referensi para stakeholders Tol Laut, namun juga buku yang layak menjadi materi akademis bagi para siswa kelautan maupun disiplin ilmu lainnya,” jelas Menteri Pehubungan Budi Karya Sumadi dalam keynote speech Bedah Buku Tol Laut.

Menhub Budi mengatakan Indonesia memiliki sejarah panjang dengan kekuatan maritim yang berjaya pada zamannya. “Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan hamparan laut seluas 6,4 juta kilometer atau 77 persen dari total wilayahnya. Perairan nusantara ini bahkan lebih luas dari daratan Asia Barat, yang di atasnya ada 19 negara. Kekuatan maritim Indonesia ini sudah dikenal sejak dulu dan sudah seharusnya kita memaksimalkan potensi yang ada dengan terobosan baru untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang kuat, bermartabat dan berdaulat, sebagaimana konsep Archipelagic State (Negara Kepulauan),” lanjut Menhub.

Program Tol Laut diluncurkan tahun 2015 sebagai salah satu program unggulan pemerintah berupa program pengangkutan logistik kelautan untuk menghubungkan pelabuhan-pelabuhan di nusantara untuk mengurangi disparitas harga antar wilayah, antar pulau, antar daerah serta memangkas biaya logistik yang mahal.

Untuk mewujudkan tujuan ini dibutuhkan  sinergi para stakeholders, khususnya antara kementerian dan lembaga, pemerintah pusat dan daerah, dan juga para pelaku usaha dan operator prasarana dan sarana transportasi laut.  Seiring dengan kebutuhan masyarakat, Program Tol Laut terus mengalami peningkatan dan pengembangan seperti trayek yang bertambah, jumlah muatan yang makin meningkat, maupun kapasitas kapal yang makin besar.

Menhub mengatakan melalui program Tol Laut ini diharapkan dapat terjadi keseimbangan perdagangan antara wilayah barat dan timur sehingga diperlukan jaringan kapal, rute pelayaran, fasilitas pelabuhan yang memadai, konektivitas antar moda yang baik  dan transparansi biaya logistik di setiap lini kegiatan pergerakan barang.

Menhub mengapresiasi para Tim Penyusun Buku Tol Laut yang telah menghadirkan sebuah karya akademis untuk dapat dipelajari dan diaplikasikan dalam mengembangkan dunia maritim Indonesia.

Turut hadir sebagai narasumber pada webinar bedah buku Tol Laut yaitu  Dirjen Perhubungan Laut, Agus H. Purnomo; Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI. Yudho Margono; Sekretaris Ditjen Perdagangan Dalam Negeri, Johni Marta; Bupati Pulau Morotai Maluku Utara, Benny Laos; Rektor ITS, Raja Oloan Saut Gurning.

Sebagai penanggap ahli yaitu Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Hj. Nurhayati; Ketua Umum INSA, Carmelita Hartoto; Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tj. Priok Capt. Wisnu Handoko; Ketua Umum Dewan Pemakai Jasa Angkutan Laut Indonesia, Toto Dirgantoro. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.