Press "Enter" to skip to content

Penumpang Kapal Pelni Selundupkan Benih Lobster

Media Social Share

BISNISJAKARTA.ID. JAKARTA -PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) akan membantu aparat Kepolisian untuk mengungkap kasus pelanggaran barang bawaan penumpang yang terjadi di KM Kelud. Pelni akan bekerja sama dengan penegak hukum menyusul penangkapan penumpang KM Kelud yang mencoba membawa benih lobster (benur) ilegal di Pelabuhan Batam, Minggu (6/12).

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Yahya Kuncoro mengatakan Perusahaan sangat menyesalkan pelanggaran penumpang yang membawa barang bawaan terlarang. “Untuk mencegah terulangnya kejadian ini, Perusahaan mengajak kerja sama seluruh pihak-pihak terkait untuk lebih meningkatkan pengawasan barang bawaan mulai dari darat hingga sebelum penumpang naik ke atas kapal,” terang Yahya.

Selain itu, Yahya juga menghimbau seluruh penumpang kapal agar dapat mematuhi ketentuan barang bawaan yang berlaku. “Kami juga meminta kepada seluruh penumpang untuk mematuhi peraturan terkait barang bawaan dengan tidak membawa minuman beralkohol, senjata tajam, barang berbahaya, maupun barang-barang yang dilarang oleh undang-undang yang berlaku,” tambahnya.

Untuk jenis barang bawaan penumpang yang tidak diizinkan dimuat sebagai bagasi antara lain barang rumah tangga seperti kursi/meja dalam ukuran dan jumlah yang besar dan jenis barang lainnya yang diatur sesuai ketentuan yang berlaku. Barang-barang tersebut akan masuk ke dalam palka serta kontainer. “Setiap pelanggaran akan kami tindak tegas dan diturunkan di pelabuhan berikutnya untuk kami serahkan kepada pihak kepolisian,” ujar Yahya. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.