Press "Enter" to skip to content

Pentingnya Sarana Telekomunikasi Pelayaran, VTS – SROP Dioptimalkan,

Media Social Share

BISNISJAKARTA.ID. MEDAN – Kementerian Perhubungan menyusun Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut mengenai standarisasi peralatan Vessel Traffic Service (VTS) dan Stasiun Radio Pantai (SROP). Implementasi terhadap regulasi tersebut, Direktorat Kenavigasian menyelenggarakan kegiatan mentoring operator dan teknisi telekomunikasi pelayaran.

Direktur Kenavigasian Hengki Angkasawan pada acara pembukaan mentoring operator dan teknisi telekomunikasi pelayaran di Medan, (27/8) mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan terkait pemanfaatan teknologi informasi dan sekaligus untuk memenuhi kemampuan sesuai yang dipersyaratkan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hengki menjelaskan, kegiatan ini merupakan kesempatan bagi para peserta untuk menambah kemampuan sehingga dapat mendukung dan meningkatkan pengetahuan di bidang operasional maupun teknis peralatan serta pemahaman tentang arti pentingnya dan manfaat sarana telekomunikasi pelayaran sesuai dengan tupoksi di masing-masing Distrik Navigasi.

Menurut Hengki, Surat Keputusan Dirjen terkait standarisasi Peralatan dan Perawatan VTS dan SROP  dapat dijadikan pedoman teknis dalam pengadaan dan peningkatan maupun pemeliharaan peralatan VTS dan SROP, yang pada akhirnya dapat membantu VTS dan SROP tersebut beroperasi secara efisien dan efektif dalam rangka meningkatkan keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim di wilayah perairan Indonesia.

Selain optimalisasi perangkat VTS, tentunya memerlukan kesiapan dan pemenuhan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di stasiun VTS, sehingga perlu dilakukan peningkatan dan refresher melalui program mentoring.

Terkait rencana implementasi Pemanduan Secara Elektronik (E-Pilotage), Hengki mengingatkan bagi 4 (empat) Pelabuhan yang telah mengikuti Uji Coba/Test Bed Pemanduan Secara Elektronik (E-Pilotage) tahap 1 untuk secara konsisten melaksanakan uji coba pada kapal-kapal yang beroperasi di pelabuhannya masing masing sehingga pemanfaatan  pelayanan VTS dapat optimal dilaksanakan.

Sedangkan untuk rencana Uji Coba/Test Bed Pemanduan Secara Elektronik (E-Pilotage) tahap 2, bagi semua distrik navigasi yang telah memiliki peralatan VTS  segera menyiapkan Sarana, Prasarana dan SDM untuk meng implementasikan E-Pilotage yang sudah dijabarkan pada tahap pertama. “Sehingga nanti pada akhir tahun 2020, kita mendapatkan formulasi yang utuh terkait dengan implementasi E-Pilotage di seluruh pelabuhan yang dapat dilayani oleh  VTS, “kata Hengki.

Terakhir, untuk integrasi sistem AIS terestrial di VTS dan SROP dengan MCC juga akan terus dilanjutkan. “Sampai saat ini kita telah mengintegrasikan 31 AIS terestrial, saya berharap di akhir tahun 2020 kita dapat mengintegrasikan paling tidak 50 titik lokasi AIS, yang bisa kita monitor di Merine Command Center pusat,” kata Hengki. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.