Press "Enter" to skip to content

Pelaku Penerbangan Balon Udara Akan Dipidana, Segini Ancamannya

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan bertindak tegas terhadap pelaku penerbangan balon udara liar yang selama ini sering mengganggu penerbangan. “Kami akan menindak tegas yang melakukan pengoperasian balon udara tanpa izin. UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang penerbangan dan telah ada aturan sanksinya juga,” kata Kepala Seksi Prosedur Navigasi Penerbangan, Direktorat Navigasi Penerbangan Kemenhub Hendra Ahmad Firdaus di Cibubur, Kamis (3/6).

Hendra hadir sebagai pembicara bersama Koordinator Penyidik Penerbangan Sipil Rudi Richardo pada diskusi Press Background yang dihelat Forum Wartawan Perhubungan dengan tema Bahaya Menerbangkan Balon Udara Secara Bebas dan Liar Bagi Keselamatan Penerbangan. Diskusi yang dihadiri 100-an wartawan itu juga dihadiri Tenaga Ahli Bidang Teknologi Informasi & Kehumasan Bambang S. Evan, Tenaga Ahli Bidang Komunikasi JA Barata, dan Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Media Massa Tantowi.

Menurut Hendra, sesuai Pasal 411 UU No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan yang menyatakan bahwa terdapat ancaman pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp500 juta. Ancaman itu akan diterapkan secara konsisten mengingat menerbangkan balon udara secara bebas dan liar sangat membahayakan dunia penerbangan, apalagi jika balon tersebut terbang hingga ketinggian 15 Km.

Hendra mengatakan, pengoperasian balon udara harus sesuai aturan agar tidak berada di lintasan penerbangan, sehingga berpotensi menyebabkan tabrakan dengan pesawat.

Ia mengatakan, Kemenhub juga terus melakukan sosialisasi terkait aturan pengoperasian balon udara kepada masyarakat, khususnya di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur yang tercatat paling sering menerbangkan balon udara. “Kami terus sosialisasikan, khususnya di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur karena di sana banyak tradisi menerbangkan balon udara pada perayaan tertentu,” ucap Hendra.

Sementara Rudi Richardo mengungkapkan, Kemenhub telah menerima limpahan kasus penerbangan balon udara liar dari pihak kepolisian.

Adapun di antaranya, kasus penerbangan balon udara liar berikut terduga pelaku dan barang bukti, masing-masing dari Polres Wonosobo telah melimpahkan lima orang terduga pelaku beserta barang bukti. Kemudian, Polsek Somoroto, Ponorogo, Jawa Timur telah melimpahkan tiga orang terduga pelaku beserta barang bukti. Selanjutnya dari Polres Klaten, Jawa Tengah telah melimpahkan lima orang terduga pelaku beserta barang bukti. Polres Madiun, Jawa Timur telah melimpahkan delapan belas orang terduga pelaku beserta barang bukti. “Untuk para terduga pelaku yang ditahan di Polres Klaten, Kepolisian telah menetapkan mereka sebagai tersangka untuk perkara pidana UU Darurat terkait petasan atau bahan peledak,” katanya.

Rudi mengatakan akan segera menindaklanjuti beberapa kasus tersebut sesuai aturan yang berlaku. “Penyidik Penerbangan Sipil selalu berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI di wilayah yang sering ada temuan penerbangan balon udara liar. Koordinasi ini untuk menyamakan persepsi dalam penegakan hukum. Selanjutnya kami akan segera melakukan penyidikan penanganan perkara kepada seluruh terduga pelaku agar nantinya dapat dibawa ke meja persidangan,” ujarnya.

Sebagai informasi, untuk kasus sebelumnya terkait balon udara liar yang diterbangkan tanpa kendali di Wonosobo tahun 2020, Pengadilan Negeri Wonosobo telah mengeluarkan putusan kepada empat orang terdakwa dengan putusan pidana masing-masing kurungan tiga bulan dan denda masing-masing Rp5 juta, putusan tersebut dikuatkan kembali dengan putusan Pengadilan Tinggi Jawa Tengah.

Hal ini diharapkan dapat menimbulkan efek jera kepada seluruh pihak yang berniat menerbangkan balon udara secara liar yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.