BENGKULU, BISNISJAKARTA.ID – Sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap keselamatan transportasi, PT SAN Putra Sejahtera, pemilik Perusahaan Otobus Siliwangi Antar Nusa (PO SAN), menyelenggarakan seminar dan kampanye keselamatan lalu lintas bertajuk “Membangun Budaya Berkendara Aman dan Bertanggung Jawab”. Acara ini digelar di Pool Pusat PO SAN Bengkulu, Selasa 18/11).
Direktur Utama PT SAN Putra Sejahtera (PO SAN) Kurnia Lesani Adnan (Sani) mengatakan, kesadaran berlalu lintas harus dimulai sejak dini. Budaya berkendara yang aman dan bertanggung jawab bukan hanya soal aturan, tetapi soal moral dan kebiasaan. Kesadaran ini harus ditanamkan sejak kecil, dimulai dari keluarga dan diperkuat melalui pendidikan di sekolah.
Sani yang juga Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), dan Plt. Sekretaris Jendral DPP Organda mengatakan, melalui kampanye membangun budaya berkendara aman dan bertanggung jawab ini, POSAN ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa jalan raya adalah fasilitas umum yang ada dasar hukumnya, ada konsekuensi hukum saat menggunakan jalan.
Sani memaparkan salah satu penyebab utama tingginya angka kecelakaan lalu lintas adalah rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan dalam berkendara. Tidak jarang, orang tua membiarkan anak-anak mereka yang masih di bawah usia 17 tahun mengendarai sepeda motor tanpa perlengkapan keselamatan, tanpa pengetahuan yang cukup mengenai aturan berkendara di jalan raya, tanpa surat izin mengemudi, bahkan tanpa helm. “Ketidakpatuhan di jalan raya ini berujung pada kecelakaan fatal, termasuk tabrakan dengan kendaraan besar seperti bus. Bahkan yang tidak kalah mengkhawatirkan adalah anak di bawah umur mengendarai sepeda listrik di jalan raya,” kata Sani.
Anak-anak di bawah umur, baik dengan sepeda motor maupun sepeda listrik ini tidak memiliki keahlian berkendara, tanpa pengetahuan cukup mengenai peraturan berlalu lintas misalnya melawan arah, melanggar rambu dan lampu lalu lintas, surat kendaraan mati, memotong kendaraan lain tanpa jaga jarak aman, dan tidak menggunakan helm.
Wakil Direktur PT SAN Putra Sejahtera (PO SAN) Kurnia Lesari Adnan (Sari) mengatakan, melalui kampanye membangun budaya berkendara aman dan bertanggung jawab ini, PO SAN berharap dapat menjadi bagian dari gerakan besar nasional untuk menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di Indonesia.
Kampanye PO SAN membangun budaya berkendara aman dan bertanggung jawab dihadiri juga oleh AKP Aan Setiawan dari Kasatlantas Polresta Bengkulu, R. Soeko Agung Prasetyo dari Kanit Operasional dan Humas Jasa Raharja Kanwil Bengkulu, serta Ahmad Wildan, MT dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam menggalang kolaborasi antara pelaku industri transportasi, pemerintah, dan masyarakat luas. Selain untuk meningkatkan kesadaran pengendara terhadap pentingnya keselamatan. Kegiatan ini juga mendorong pemerintah daerah maupun pusat untuk memperluas ketersediaan layanan angkutan umum dan angkutan pedesaan. Dengan begitu, penggunaan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor dapat ditekan secara signifikan.
PO SAN berharap, dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, diharapkan keselamatan di jalan raya tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi gaya hidup dan kesadaran bersama. (son)










