JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengingatkan agar pabrikan kendaraan listrik memperhatikan unsur keselamatan di jalan. “Kita sudah menaruh perhatian terhadap pengguna kendaraan listrik terutama kepada pabrikan agar memperhatikan unsur keselamatan,” kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono saat Jumpa Pers Akhir Tahun di Jakarta, Kamis (14/12).
Sejauh ini, kata Soerjanto, baru satu kejadian yang diinvestigasi terhadap kecelakaan sepeda motor listrik yang tiba-tiba mati lalu tertabrak kendaraan lain. Selebihnya belum ada kejadian fatal yang perlu diinvestigasi KNKT, namun bukan tidak mungkin ke depan dengan makin banyaknya kendaraan listrik akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. “Kita sudah koordinasi dengan Ditjen Perhubungan Darat bagaimana menangani ketika terjadi insiden yang menimpa kendaraan listrik,” papar Soerjanto.
KNKT, jelas Soejanto, juga sudah melakukan diskuai dengan Kepolisian, bagaimana nantinya penangan insiden terhadap kendaraan listrik. “Kita sudah bahas masalah aturannya termasuk bagaimana uji kendaraan, apakah sudah memenuhi aturan yang ada saat ini,” kata Soerjanto.
Bahkan, jelas Soerjanto, pihaknya sudah mendatangi beberapa bengkel kendaraan listrik, dan ditemukan ada beberapa bagian penangan yang tidak memenuhi standar keamanan, seperti tidak menggunakan sarung tangan. “Itu kendaraan liatrik, takutnya mekaniknya kena strum listrik,” kata Soerjanto.

Menyinggung soal kinerja tahun inj, KNKT mencatat bahwa moda penerbangan menyumbang kecelakaaan terbanyak, dengan tujuh kasus kecelakaan dan 13 kejadian serius dengan jumlah investigasi kategori runway excursion yang mendominasi.
Selanjutnya diikuti modal Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) sebanyak 10 kecelakaan, moda pelayaran sebanyak 5 kecelakan dan teratkhir moda perkeretaapian sebanyak 4 kecelakaan.
Menurut Sorjanto, moda penerbangan telah menyelesaikan 13 laporan awal, lima laporan akhir, dan memberikan 11 rekomendasi. “Rekomendasi itu ditujukan kepada Otoritas Penerbangan Sipil, Operator pesawat udara, penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan, dan operator bandara,” jelas Soerjanto.
Selain itu terdapat accident pesawat Cessna C208B yang menabrak gunung di Papua dan Boeing 737 yang tail strike sebanyak empat kali menjadi kejadian paling menonjol pada tahun ini. KNKT sudah melakukan koordinasi dengan operator agar ada sejumlah tindakan perbaikan,” ungkapnya.
Pada Moda LLAJ menurutnya, terjadi penurunan angka kecelakaan yang semula berjumlah 18 kasus di tahun 2021 dan 15 kasus di tahun 2022. “Total laporan akhir yang telah diselesaikan pada moda LLAJ sebanyak tujuh laporan,” kata dia.
Selanjutnya, berdasarkan data investigasi dari tahun 2013-2023 pada Moda pelayaran, terjadinya kecelakaan didominasi berupa kebakaran kapal bersumber dari eksternal kapal, yaitu muatan truk (53%) dan kendaraan (47%).
Sepanjang tahun 2023, moda pelayaran telah menyelesaikan 11 laporan akhir dengan 44 rekomendasi yang 82% di antaranya masih berstatus open.
“Kecelakaan paling menonjol di tahun ini yaitu, ledakan dan kebakaran kapal tangki minyak Kristin, kebakaran kapal Ro-Ro penumpang dan kebakaran 62 kapal ikan di kolam pelabuhan Tegalsari,” ujar Soerjanto.
Sementara pada moda perkeretaapian, KNKT telah merampungkan tiga laporan awal, satu laporan akhir, dan satu draft laporan akhir. Menurutnya, pada tahun ini rekomendasi yang telah ditindaklanjuti pihak penerima sebanyak 87% close dan 13% belum ditindaklanjuti dengan status open. (son)









