Press "Enter" to skip to content

Kalah di Merek Dagang, Kini Ruben Kalah Didesain Industri

Media Social Share

BISNISJAKARTA.ID. JAKARTA – Kemelut Hak Kekayaan Intlektual (HKI) Desain Industri kotak kemasan makanan Geprek Bensu melawan PT Ayam Geprek Bensu semakin seru.

Pada bulan Mei 2020 yang lalu, Ruben Onsu yang mengaku “Bensu” eksklusif miliknya, kalah tiga kali dalam perkara persidangan dibidang Merek. Kini kalah lagi di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat soal perkara DESAIN INDUSTRI kotak kemasan makanan.

Majelis Hakim memutuskan Sertifikat Desain Industri kotak kemasan makanan nomor pendaftaran IDD000049596 yang didaftarkan Ruben Onsu tanggal 20 Juli 2018, batal demi hukum dan memerintahkan Direktorat Cipta dan Desain Industri Dirjen HKI Kementerian Hukum dan HAM mencoret dan membatalkan sertifikat yang dimiliki Ruben Samuel Onsu karena terbukti tidak ada kebaruan atau novelty.

Kotak kemasan yang selama ini dipakai Geprek Bensu terbukti dalam persidangan, merupakan DESAIN YANG MENYERUPAI kotak kemasan PT Ayam Geprek Bensu yang jauh hari sebelumnya, telah dipakai dan diperkenalkan sejak tanggal 17 April 2017.

Dengan demikian berarti kotak kemasan Ruben Samuel Onsu adalah hasil tiruan atau menjiplak; bukan bentuk dan konfigurasi baru atau novelti. Demikian putusan Majelis Hakim dalam perkara Desain Industri No 16/Pdt-Sus-DI/2020/PN Niaga yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Ny. Tuty Hariati pada sidang pembacaan putusan di PN Jakarta Pusat, Selasa (8/9).

Sementara itu, Kuasa Hukum PT Ayam Geprek Bensu, Eddie Kusuma menyatakan bersyukur atas putusan perkara Desain Industri yang sangat profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum dan perundangan, berkeadilan dan ada kepastian hukum.

Saat disinggung perkara Merek “Bensu” yang telah dimenangkan PT. Ayam Geprek Bensu, namun pihak Ruben belum melaksanakan putusan hukum yang telah berkekuatan hukum tetap;

Batal Demi Hukum

Eddie menyanyangkan kelambatan sikap Direktorat Jendral HKI dalam menghapus dan mencoret dan/atau membatalkan merek yang sertifikatnya dinyatakan batal demi hukum yang dimiliki oleh Ruben Samuel Onsu walau pengadilan sdh memberi ammanning atau teguran ke Direktorat Merek dan Indikasi Geografis.

Eddie berharap kiranya pihak Direktorat Merek dan Indikasi Geografis dapat melakukan eksekusi sesegera mungkin, supaya masyarakat bisa menilai bahwa hukum sudah semakin dapat dipercaya dan keadilan serta kepastian hukum semakin baik di Republik ini. “Saya tidak tau kenapa Direktorat Merek dan Indikasi Geografis terkesan lamban melakukan pembatalan sertifikat merek RO.” kata Eddie.

Eddie tidak mau berburuk prasangka kepada Direktorat Merek dan Indikasi Geografis. Putusan Mahkamah Agung telah berkekuatan hukum tetap. Namun Direktorat Merek dan Indikasi Geografis masih tarik ulur pelaksanaan putusan Mahkamah Agung. “Kita sama-sama lihat sampai di mana profesionalisme kerja mereka. Kalian Wartawan yang lebih mahir konfirmasi investigasi soal ini,” kata Eddie. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.