Press "Enter" to skip to content

Dua Truk Odol di Palembang ‘Diamputasi’

Media Social Share

BISNISJAKARTA.ID. PALEMBANG – Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi melakukan normalisasi angkutan barang dengan muatan dan dimensi berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL) di Terminal Tipe A Alang-Alang Lebar Palembang, Sabtu (12/9).

Sebanyak dua unit kendaraan yang terdiri dari Dump Truck Tronton konfigurasi sumbu 1.22 dan Truck Fuso Bak terbuka konfigurasi sumbu 1.2 akan dipotong dan disesuaikan dengan ukuran normalnya. “Gerakan (normalisasi truk ODOL) ini kita harap tidak berhenti sampai di sini. Sebelumnya sudah ada di Padang, Pekanbaru, dan Semarang. Berikutnya di Medan akan kita potong lagi truk-truk yang ODOL. Mobil-mobil yang seperti ini memberikan dampak langsung pada kecelakaan lalu lintas di Sumatera Selatan, juga menimbulkan kerusakan jalan. Saya kira sudah saatnya kita bertindak tegas terhadap kendaraan ODOL,” katanya.

Pemerintah saat ini gencar melakukan normalisasi dimensi kendaraan karena melihat ODOL tidak hanya berdampak pada kerugian materil tetapi juga memakan korban jiwa. “Kalau truk nya tidak sesuai regulasi maka tidak usah diloloskan uji kir nya. Ke depan jangan hanya ditilang saja, tapi harus dilakukan penyidikan juga. Dalam waktu dekat mobil truk di Jawa dan Sumatera tidak akan diperbolehkan menyeberang di Merak-Bakauheni kalau ODOL karena membahayakan kalau di kapal,” katanya.

Operator logistik, pemilik barang, atau pemilik truk mohon sesuaikan dengan peraturan yang berlaku. Kalau sudah dinormalisasi seperti ini, sudah dapat dilakukan uji kir. Adapun kedua truk yang dinormalisasi, diserahkan secara sukarela oleh pemilik usaha atas dasar kesadaran penuh untuk menaati aturan yang berlaku,” jelas Dirjen Budi.

Sanksi Pidana

Dirjen menegaskan, pengusaha truk dan operator logistik akan dikenakan sanksi pidana 1 tahun kurungan dan Rp25 juta jika mengoperasikan teuk Odol. Oleh karena itu, Ditjen minta dinormalisasi sendiri daripada ditindak oleh kepolisian. “Inilah mengapa kami sudah menindak tegas dan diharapkan akan dinormalisasi secara mandiri,” paparnya.

Melalui kegiatan ini, Dirjen menegaskan kembali bahwa Kementerian Perhubungan telah melakukan Deklarasi terhadap kendaraan ODOL dengan bekerjasama dengan stakeholder baik pemerintah maupun swasta. Selain itu dengan adanya normalisasi truk ini ke depannya akan menguntungkan banyak pihak dan lebih mengutamakan keselamatan berkendara maupun pengguna jalan lainnya, juga akan memicu pertumbuhan truk yang lebih dinamis dan mengurangi kemacetan karena tidak ada truk yang over dimensi.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VII Provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, Muhammad Fahmi dalam kesempatan yang sama menyatakan, normalisasi angkutan ODOL ini sudah dimulai dan akan didorong terus menerus sehingga ke depannya truk ODOL dapat diminimalisir tentu dengan dukungan dari stakeholder terutama kepolisian untuk dapat membantu melancarkan kegiatan normalisasi truk ODOL. Kegiatan ini rangkaian dari kegiatan serupa di beberapa BPTD terutama di Sumatera. “Kita berharap beberapa kejadian kecelakaan akibat truk ODOL dapat kita minimalisir. Di depan kita sudah ada 2 truk yang akan dinormalisasi, oleh karena itu kami berharap dukungan dari asosisi untuk mensukseskan kegiatan normalisasi truk ODOL,“ kata Fahmi. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.