Press "Enter" to skip to content

Yuk, Uji Andrenalin di Gumuk Reco – Sepakung

Media Social Share

KREATIFITAS masyarakat Semarang dalam menciptakan destinasi wisata seakan tak ada matinya. Mulai dari dasar laut hingga ke puncak bukit, dieksplorasi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Mereka terus berkarya, dan terakhir mengembangkan destinasi wisata yang memacu andrenalin setiap orang yang datang ke Gumuk Reco Sepakung – Semarang.

Wisata alam Gumuk Reco ini berada di Dusun Kenongo, Desa Sepakung Kecamatan Banyubiru, Semarang. Kalau dari kota Semarang, berjarak sekitar 35 km. Gumuk Reco menghadap bukit gajah, gugusan gunung Telomoyo. Sisi lainnya bisa terlihat dengan jelas kota Salatiga, hamparan enceng gondok Rawa Pening, Bukit Cinta, dan si Legenda Kereta Uap.

Tantangan dan uji andrenalin dimulai ketika Anda harus menempuh perjalanan lebih dari satu jam dari Kota Semarang. Separuh perjalanan mungkin masih enjoy enjoy aja karena kendaraan melintas melalui jalan tol yang mulus. Selepas jalan tol, Anda akan menyusuri  jalan yang padat lalu lintas.

Untuk mencapai lokasi ini, dari Semarang kota, arahkan perjalanan menuju Ambarawa. Jika sudah sampai di pertigaan Bawen, belok kanan melewati jalan lingkar Ambarawa. Ikuti jalan tersebut hingga sampai di lampu merah, kemudian belok kiri.

Kendaraan lurus hingga sampai di pertigaan dekat Pasar Legi. Belok kiri dan ikuti jalan tersebut, dan Anda alan menjumpai masyarakat yang dengan senang hati menunjuk arah ke lokasi Gumuk Reco Desa Wisata Sepakung.

Atau kalau Anda tak ingin tersesat, teknologi bisa menuntun Anda sampai lokasi tujuan, Google Maps atau Waze yang baik hati itu. Semua menjadi mudah.

Jangan membayangkan untuk mencapai lokasi dijumpai infrastruktur yang baik, tetapi dari sinilah awal uji nyali dimana Anda diharuskan melalui jalan yang sempit, jalan aspal tak mulus dan berbatu.

Sesampai di Dusun Kenongo, Anda harus turun dari kendaraan roda empat, karena untuk mencapai lokasi hanya bisa dengan cara naik kendaraan roda dua, sepeda motor.

Raung sepeda motor laksana di arena tong setan, menandai beratnya medan menuju lokasi. Kondisi jalan berliku tajam yang belum sepenuhnya tersentuh kata pembangunan tersebut, tentu mengancam keselamatan jiwa Anda jika driver sepeda motor tidak lihai dalam mengendalikan kendaraannya. Sebab, selip sedikit maka jurang menunggu di sepanjang jalan.

Lelah menempuh perjalanan jauh akan terobati ketika Anda menjumpai beragam spot selfie yang sangat instagenik. Sebelum sampai spot menarik tersebut, tentu Anda harus berkontribusi kepada desa alias membayar tiket masuk yang nantinya akan mendapat wifi gratis.

Terutama bagi Anda yang suka dengan tantangan, disinilah Anda dapat menjajal berbagai wahana ekstrem. Salah satunya ayunan langit yang menggantung di ketinggian 800 – 1.000 meter di pinggir jurang. Tak direcommended berayun-ayun disitu, jika Anda memiliki gejala penyakit jantung.

Kepala Desa Sepakung Ahmad Nuri saat menemani wartawan yang tergabung dalam presstour Forwaparekraf mengatakan, wisata Gumuk Reco Sepakung adalah salah satu destinasi wisata baru di Jawa Tengah dengan memanfaatkan lahan Perhutani. Dengan membayar tiket masuk Rp 10.000, wisatawan dapat menikmati suguhan pemandangan yang indah lereng Gunung Telomoyo. “Tempat wisata ini mulai dibuka tanggal 10 Februari 2019,” ungkap Nuri mengenang ide para karang taruna dusun.

Nuri menjelaskan, destinasi wisata yang satu ini letaknya tidak jauh dari Wisata Cemoro Sewu yang sudah terkenal itu. Jadi, untuk para wisatawan yang pernah mampir ke Cemoro Sewu, pasti tidak akan sulit menemukan tempat wisata yang satu ini.

Tak hanya menyajikan wahana ayunan langit. Di sini juga ada rumah pohon yang dihubungkan dengan jembatan sepanjang 15 meter dan memiliki ketinggian 17 meter. Rumah pohon tersebut berada di tepi jurang yang memiliki kedalaman 300 hingga 500 meter.

Berada di rumah pohon ini, Anda dapat melihat hamparan sawah dan perbukitan bahkan pemukikan warga di dasar lembah. Kemudian ada juga spot foto berupa sarang burung yang berada di tepi jurang. Bagi yang memiliki keahlian climbing, ada juga area panjat tebing.

Dan, ini dia jembatan yang menggantung di tebing setinggi lebih dari 1.000 meter dari dasar jurang, yang disebut ondo langit, menyerupai jembatan kaca di Tiongkok. Bagi Anda fobia dengan ketinggian, tak direkomendasi menyusuri jembatan di tebing vertikal ini, meski secara secure cukup aman untuk dilintasi maksimal enam orang. “Mulai tahun depan, jembatan tebing ini akan diperpanjang dengan lantai dari kaca,” kata Nuri seraya mengatakan, pihaknya sudah mendapat support bantuan dari Pemrpov Jateng sebesar Ro 200 juta.

Ia mengatakan, meski pandemi covid-19 masih belum jelas kapan akan berakhir, tetapi wisatawan tetap saja membanjiri Gumuk Reco, dimana hari-hari biasa mencapai 100 orang, bahkan hari Minggu dan hari libur bisa mencapai 400-500 orang.

Ke depan, kata Nuri, destinasi Gumuk Reco akan terus dikembangkan terutama wahana dengan konsep uji andrenalin. Sekarang, tinggal Anda memilih kata siap atau tidak nyali Anda menikmati wahana wisata Gumuk Reco – Sepakung. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.