Press "Enter" to skip to content

VANIC, Cara Kemenparekraf Percepat Kebangkitan Parekraf

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk tidak lengah dalam mematuhi protokol kesehatan meski sudah divaksin. Hal tersebut disampaikan Menparekraf saat menjadi narasumber dalam acara “Virtual Narasumber Program Vaksin Untuk Indonesia spesial Hari Kemerdekaan” di Jakarta, Sabtu (7/8).

Sandiaga menjelaskan, virus COVID-19 varian delta lebih cepat menyerang, sehingga masyarakat diharapkan untuk tetap menjaga protokol kesehatan secara disiplin meski sudah divaksin. “Alhamdulillah, kita semakin mendekati ujung dari PPKM level 4 ini, mari kita terus disiplin terapkan protokol kesehatan walaupun sudah divaksin guys, tetap hati-hati dan jangan sampai lengah. Sebab, varian ini menyebarnya lebih cepat. Jadi kita harus lebih ketat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan,” kata Sandiaga.

Vaksinasi merupakan salah satu upaya mencapai herd immunity sehingga diharapkan nantinya roda perekonomian bisa kembali pulih dan dapat tercipta lapangan pekerjaan seluas-luasnya.

Sandiaga menyampaikan upaya pemerintah dalam mempercepat vaksinasi adalah membuat program VANIC (vaksinasi asyik di tempat piknik) hingga menggelar sentra vaksin di tempat wisata. Hal tersebut bertujuan agar masyarakat tertarik untuk divaksin. “Jadi vaksin tempatnya di lokasi wisata, dapat keindahan alamnya, dapat sedikit rehat sembari divaksin. Nah ini ternyata menjadi hits, banyak sekali yang mengapresiasi. Sehingga akhirnya menjamur, mulai dari Gunung Kidul, Kulon Progo, di Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, kemarin di Danau Toba di Kaldera kita menggelar vaksin dengan konsep gercep, geber, gaspol. Jadi ini inovasi, adaptasi pada pelaku wisata, dan kami memfasilitasi,” ujar Sandiaga.

Sandiaga menjelaskan upaya akselerasi pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif, Kemenparekraf fokus pada pariwisata era baru, yakni pariwisata yang localize, customize, personalize and smaller in size. Berbasis kesehatan, kuliner, olahraga, edutourism, ecotourism, serta desa wisata.

Personalize yang dimaksud adalah liburan yang sifatnya sangat pribadi, bersama keluarga. Wisatawan tidak lagi ikut dalam tur skala besar. Customize yaitu berwisata dengan minat khusus misalnya seperti wisata berbasis alam.

Lalu ada juga localize, artinya wisatawan tidak lagi berpergian jauh dari rumah. Nantinya wisatawan akan lebih nyaman liburan menggunakan kendaraan pribadi. Sehingga jarak yang ditempuh tidak akan lebih dari 250 kilometer dari tempat tinggal. Terakhir, tren wisata juga akan diprediksi bersifat smaller in size artinya jumlah pengunjung di setiap destinasi wisata tidak terlalu massif.

Sandiaga juga meminta untuk lebih sabar kepada pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif khususnya subsektor musik dan pertunjukan yang di dalamnya ada musisi dimana selama pemberlakukan PPKM level 4 terpaksa tidak menggelar konser. Sebab untuk sekarang prioritasnya adalah pemulihan kesehatan dan mendorong lebih banyak vaksinasi. “Saya mohon untuk teman-teman musisi bersabar, dan saya yakin upaya kita akan dibukakan jalan dan budaya bangsa ini adalah bergotong royong, ke depan diharapkan akan ada kegiatan yang langsung bisa mendorong semangat daya tahan musisi ini. Mudah-mudahan tidak terlalu lama lagi bisa berkegiatan kembali,” ujar Sandiaga. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.