Press "Enter" to skip to content

Tingkatkan Citra Pariwisata, Pelaku Usaha Perkuat Kemitraan

Media Social Share

BISNISJAKARTA.ID. JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengajak dan mendorong para pelaku usaha pariwisata dan ekraf untuk memperkuat kemitraan dalam hal promosi untuk meningkatkan citra pariwisata dan ekraf Indonesia.

Deputi bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya, dalam acara Wonderful Indonesia Co-branding Forum (WICF) yang dilaksanakan secara daring, Senin (5/10) mengatakan mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011 mengenai Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS), kemitraan merupakan salah satu dari empat pilar pemasaran pariwisata Indonesia, selain pengembangan pasar, citra, dan promosi. Sehingga, perlu ada jalinan kemitraan yang kuat antara pemerintah dan pelaku wisata untuk mempromosikan potensi wisata di Tanah Air.

Melalui kemitraan yang kuat, lanjut Nia, pihaknya dan para pelaku usaha bisa mempromosikan brand “Wonderful Indonesia” yang merepresentasikan kekayaan budaya dan pariwisata bangsa Indonesia. Selain itu, Nia menambahkan kemitraan untuk pemasaran yang kuat dapat membangkitkan kembali sektor pariwisata di Tanah Air yang tengah mengalami penurunan akibat pandemi COVID-19.

Nia menuturkan program kemitraan Kemenparekraf/Baparekraf ini telah berjalan sejak 2017. Menurutnya, program ini memiliki peranan penting untuk meperkenalkan dan memasarkan potensi wisata Indonesia di dalam dan luar negeri.

Acara ini juga dihadiri oleh Direktur Komunikasi Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Martini M. Paham. Dalam pemaparannya, Martini menuturkan, keterlibatan para mitra, dalam hal ini pelaku usaha dan pemerintah, berperan penting untuk memperkuat dan membuka jejaring baru dengan para pelaku wisata untuk mencari kesempatan yang lebih luas dalam kolaborasi meningkatkan pengenalan merek “Wonderful Indonesia’’ dan usaha dari para pelaku tersebut ke khalayak domestik dan internasional.

Martini juga menjelaskan, prinsip kemitraan pemasaran pariwisata dan ekonomi kreatif yang tertuang dalam petunjuk pelaksanaan kemitraan pemasaran ini mengacu dan berpedoman kepada Peraturan Menteri Pariwisata No. 2 Tahun 2018 tentang Tata Cara Kerja Sama. Ada lima prinsip kemitraan yang diusung Kemenparekraf/Baparekraf, yaitu saling pengertian, kesetaraan, keterbukaan, manfaat bersama, kesepakatan bersama, dan tindakan bersama. “Melalui kemitraan pemasaran ini, kami membuka kesempatan seluas mungkin bagi kalangan industri untuk ikut berperan dan berkolaborasi memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. Secara garis besar strategi ini menerapkan tiga faktor utama, yaitu efisiensi melalui berbagi sumber daya dengan mitra yang berkolaborasi; sinergi atau menciptakan kreasi program-program pemasaran, komunikasi pemasaran dan promosi yang kreatif dan memaksimalkan peran kedua belah pihak; dan kolaborasi ini juga memungkinkan dalam memperluas jangkauan eksposur dan dampak komunikasi yang dijalankan,” jelas Martini. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.