LABUAN BAJO, BISNISJAKARTA.ID – Guna memperkuat kolaborasi bersama media dan para admin akun media sosial bidang pariwisata, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo (BPOLBF) menyelenggarakan Temu Admin Media Floratama pada Minggu (10/12) siang dengan tema “We Share, We Care”.
Kegiatan yang diadakan secara daring di Parlezo Hotel Labuan Bajo ini mengundang 20 jurnalis dan 9 admin media sosial dari instansi lembaga terkait seperti Dinas Pariwisata dan Kominfo Manggarai Barat, para pegiat podcast dan admin medsos lain yang bergerak di bidang parekraf di Labuan Bajo. Para admin dan para jurnalis ini dipertemukan untuk melakukan upgrade dan update dalam mengemas pemberitaan di bidang pariwisata. “Temu admin ini sebenarnya juga merupakan hasil dari permintaan teman-teman media juga, yang mana kita juga perlu melakukan upgrading dan updating tentang bagaimana kita mengemas pemberitaan-pemberitaan tentang pariwisata dan ekonomi kreatif tentunya,” jelas Shana Fatina, Direktur Utama BPOLBF.
Shana juga melanjutkan bahwa kegiatan Temu Admin dan Media diadakan mengingat media memegang peranan penting sebagai penyalur informasi kepada publik. “Di tahun ini seluruh negara super berbenah tentang pariwisatanya dan media menjadi salah satu hal yang paling penting yang bisa menyuarakan atau mencitrakan tentang persepsi publik tentang Labuan Bajo sehingga kegiatan hari ini kita adakan untuk kita konsolidasi kira-kira nanti mau seperti apakah model pemberitaan yang cocok untuk Labuan Bajo,” ungkap Shana.

Dalam kegiatan ini, hadir pula dua orang narasumber yaitu Apriyanti selaku Ketua Tim Media Digital Kemenparekraf dan Valentino Elisa Luis, Jurnalis National Geographic. Kedua narasumber ini saling melengkapi perspektif tentang cara mengemas pemberitaan pariwisata baik di media sosial maupun di media massa, baik dalam bentuk gambar, video singkat, dan video dokumenter maupun dalam bentuk narasi.
Apriyanti, Ketua Tim Media Digital Kemenparekraf pada kesempatan ini menyampaikan beberapa tips and trick dalam membangun sebuah konten. Dalam paparannya, Apriyanti menyampaikan bahwa ada 4 pilar konten. “Resep mimin, dalam pilar konten itu ada 4 hal utama yang sangat penting yaitu bahwa sebuah konten harus informatif, edukatif, entertaining, dan inspiring. Lalu selanjutnya adalah bagaimana kita mengemas agar konten yang berisi 4 hal ini bisa diterima informasinya dengan baik oleh publik melalui konten kita yang dikemas dengan menarik, baik dalam bentuk reels, poster, dll,” jelas Apriyanti.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam pengembangan engagement agar konten kita menarik bagi publik para admin perlu mengeksplorasi konten, merespon teman dengan membalas komen, melibatkan stakeholder, melakukan hastag monitoring, publikasi multi-saluran, dan mengadakan analisa & evaluasi.
Selanjutnya, di sisi lain narasumber kedua yaitu Valentino Luis juga berbagi tentang bagaimana membangun narasi dalam sebuah dokumenter. Menurutnya, melalui kekuatan audio dan visual dokumenter lebih cepat mempengaruhi orang. “Dengan kekuatan audio & visual dokumenter lebih cepat mempengaruhi orang. Suara yang diperdengarkan dan gambar yang bergerak termasuk ekspresi atau mimik memliki kekuatan untuk menggiring orang memahami, memikirkan, dan merasa. Adapun beberapa hal menjadi poin penting dalam pembuatan narasi ini adalah menentukan tema yang ingin ditonjolkan dan yang paling penting juga adalah jangan melupakan manusianya. Alam dan makhluk hidup di suatu tempat itu memiliki cerita yang terhubung satu sama lain,” jelas Valen.
Kegiatan ini kemudian ditutup dengan bersama-sama menghadiri kegiatan Picnic Over The Hill (POTh) Vol. 2 di Parapuar. (son)










