Press "Enter" to skip to content

Surga di Bumi Tak Jauh Dari Candi Borobudur

Media Social Share

TIDAK jauh dari Candi Borobudur Magelang, Jawa Tengah terdapat objek wisata baru. Namanya Svargabumi. Uniknya, tempat wisata ini letaknya di tengah-tengah hamparan sawah dan pemandangan Bukit Manoreh dan Candi Borobudur.  Lokasi tepatnya ada di perbatasan Dusun Ngaran dan Dusun Gopalan, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur.

Sejak di pintu masuk Svargabumi, pengunjung akan disambut hamparan persawahan seluas tiga hektar. Di tengah itu terlihat 22 spot foto instagramable. “Spot-spot di sini kami atur secara modern, dan tidak merusak lingkungan dan pola tanam sawah yang ada,” kata salah satu pemilik SvargaBumi Putranto Cahyono atau biasa dipanggil Pungky saat menerima kunjungan rombongan Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) di Desa Borobudur, Rabu (30/9).

Menurut Pungky, nama Svargabumi ini dipilih karena lokasi ini indah layaknya di svarga atau surga. Svargabumi memiliki tiga zona tanaman yang disesuaikan dengan pola tanah yang ada. “Pola satu, yang baru ditanam, kemudian pola  tanam remaja, dan pola tanam yang mau panen. Untuk saat ini, bisa terlihat tanaman padi yang sudah siap panen, namun ada juga yang masih mulai ditanam,” ungkapnya.

Wisata spot foto ini, menurut Pungky, baru dibuka pada 8 Agustus 2020 dengan persiapan dilakukan sejak Juli 2019. “Idenya didapat dari hasil riset, di mana kita menginginkan adanya wisata baru, yang merupakan second layer setelah Candi Borobudur, dengan konsep pelestarian alam,” ujar Pungky.

Lokasi persawahan ini sendiri, menurut Pungky, disewa dari petani. Para pemilik lahan, tetap diberi kesempatan mengelola. “Bahkan kita berikan bibit, kita bantu juga untuk pupuknya. Hasilnya kita kembalikan lagi kepada mereka. Supaya apa? Ini   untuk menjaga ketahanan pangan, sekaligus Petani tetap produktif  dan  juga pemberdayaan masyarakat. Jadi kita  kerja bareng, dan memilikinya bersama. Sekaligus merawat lokasi ini,” tutur Pungky lagi. 

Karena Svargabumi baru dibuka  pada Agustus lalu, atau di tengah  masa pandemi covid-19, Pungky menyebut protokol kesehatan menjadi wajib ditaati. 

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, kunjungan wisatawan per harinya berkisar antara  100-200 orang, dan pada  Sabtu – Minggu bisa mencapai sekitar  500-an orang. Jika pengunjung lebih dari jumlah itu, maka wahana segera tutup, untuk kenyamanan dan Kesehatan bersama. “Sepanjang masa covid ini  memang ada pembatasan jumlah pengunjung,” tutup Pungky. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.