CIANJUR, BISNISJAKARTA.ID – Memanfaatkan liburan panjang dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW, Warga Mahkota Simprug RT 002 RW 015 Paninggilan Utara – Ciledug, Kota Tangerang mengisi waktu dengan liburan bersama (Family Gathering) yang berlangsung di sebuah Villa di Kawasan Cianjur, Jawa Barat, 5 – 6 September 2025.
Family gathering yang bertujuan untuk memperkuat tali silaturahmi antarwarga kali ini dirasakan sangat istimewa, karena bapak-bapak yang selama ini sibuk dan lebih banyak beraktivitas di luar rumah dan nyaris tak ada waktu bercengkrama dengan keluarga, dipaksa duduk manis karena ‘semuanya’ sudah ditalangin para istri yang tergabung dalam organisasi PKK. Emak-emak dilawan ?
Meski para kepala keluarga mendapat fasilitas gratis, banyak juga para suami yang merasa tak enak hati atas pelayanan maksimal oleh para ibu-ibu, sehingga mereka tak leluasa beraktivitas memanfaatkan fasilitas villa di lokasi acara, seperti kolam renang, atau sekedar bergabung untuk senam dan ikut foto bersama para istri. “Tuh, ibu-ibu foto-foto tapi bapak-bapaknya gak diajak,” celetuk salah seorang suami.
Sebelum berangkat, warga yang akan ikut serta diinstruksikan untuk siap di meeting point, gerbang kompleks selepas sholat shubuh. Bapak-bapak yang biasa tidur larut malam dengan terpaksa manut meski untuk menuju lokasi tampak sempoyongan karena sebagian besar, bapak-bapak yang ikut rapat membahas agenda acara menjelang dini hari belum pada tidur.
Pukul 06.00 WIB, bus meninggalkan perumahan elit yang berlokasi hanya sejengkal dari Ibukota Jakarta itu, dan tentu saja selama perjalanan suasana dalam bus sepi senyap, karena semua penumpang terlelap tidur setelah sebelumnya membaca doa ‘Bismika Allahumma ahyaa wa bismika amuut‘.
Selebihnya hanya terdengar deru kendaraan berpapasan, dan sesekali sayup-sayup terdengar obrolan antara sopir dan kondektur bus dengan klakson telolet itu. Meski ada tivi dan video buat karaoke, tapi kru bus tak mengizinkan, karena takut bayar royalti kepada para artis penyanyinya.
Menjelang Ciawi, bus melambat. Sebagian penumpang terjaga dari tidur, dan menjumpai jalanan yang macet parah. Rupanya, bus rombongan penghuni tepian kali Cantika itu bukan yang pertama untuk menikmati libur long weekend kali ini, tapi ratusan kendaraan sudah mengular di jalanan menuju Puncak.
Sopir bus rupanya sudah sangat akrab dengan jalanan tikus menuju Puncak, dan sekalibat sang sopir yang berfostur tubuh kerempeng yang tak sesuai dengan postur bus yang jumbo itu keluar dari antrian, dan tak jelas arah yang dilalui, tiba-tiba bus sudah melaju kencang di Jalan Raya Puncak.
Selepas Puncak Pas, bus kembali melambat karena jalan menurun dan tak lama kemudian bus menuju sebuah jalan yang harus hati-hati jika berpapasan dengan kendaraan lain, karena jalan menyempit. Tak lama kemudian, semua penumpang diminta turun, karena jalan menuju villa sempit dan turunan tajam menuju halaman villa.
Sambutan hangat dari pengurus villa serta welcome drink yang tersaji memanjakan manusia yang haus hiburan itu. Sebagian berhamburan menuju halaman dan berbagai sudut villa, tentu saja untuk mendokumentasikan bahwa mereka benar-benar sudah sampai di lokasi wisata pavorit warga Jabodetabek ini, setelah perjalanan selama 4 jam, dan sebagian lagi khususnya bapak-bapak melanjutkan mimpinya di atas bad cover tipis yang disediakan secara gratis, setelah nyruput kopi dan rokok untuk menghalau rasa dingin di lembah Gunung Pangrango itu.
Setelahnya, emak-emak yang gak kenal lelah itu melaksanakan kegiatan rutin untuk menyiapkan menu makan siang terlezat buat perut-perut turis lokal itu, berupa ikan asin dan sambel terasi serta lalapan dedaunan.
Sore hari, berbagai kegiatan diisi dengan lomba-lomba khas HUT Proklamasi, karena di RT 002 RW 015 Perumahan Mahkota Simprug memang tak menggelar berbagai kegiatan lomba yang lazim digelar sebelum pelaksanaan upacara 17 Agustus. Pindahin kelereng, pindahin bendera, serok duit, tiup bola pimpong, adalah sedikit jenis kegiatan yang dilombakan dengan hadiah yang sangat menarik dan istimewa.
Tiba malam hari, kegiatan puncak digelar. Ratusan hadiah lomba dan doorprize tersaji dalam kegiatan bertajuk malam kearaban. Meski semua kebagian hadiah, satu hadiah doorpeize membuat warga lainnya gaduh, karena mendapat hadiah berupa CCTV yang rupanya sumbangan dari mantan Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy.
Ketua RT 002 RW 015 Paninggilan Utara – Ciledug, Kota Tangerang Agung Trijayanto mengapresiasi inisiatif ibu-ibu yang menggelar hajatan ini. Kegiatan serupa yang sudah berlangaung bertahun-tahun itu, setidaknya melepas gundah di hati para warga yang selama ini dihadapkan dengan berbagai persoalan hidup. “Terima kasih ibu-ibu, semoga ke depan RT dan para suami dapat mengalokasikan tambahan biaya, agar kegiatan lebih seru lagi,” janji Pak RT yang belum lama menjabat ini.
Sementara Ketua RW 015 Paninggilan Utara – Ciledug, Kota Tangerang Irfan Humaini menjanjikan family gathering berikutnya tidak lagi di kawan Puncak dan sekitarnya, tapi ada pilihan sepeti Kepulauan Seribu atau Pahawang di Lampung Selatan. “Bagaimana ibu-ibu, setuju kan,” tanya Irfan yang dijawab ibu-ibu, duitnya mana duitnya mana – layaknya menirukan gaya ustadz Yusuf Mansyur dalam sebuah video.
Acara diakhiri dengan pemilihan bendahara PKK, dimana pejabat lama Devi Tresnawati dengan berurai air mata minta diganti, karena merasa sudah terlalu lama menjabat. Konon jabatan itu diembannya ketika perumahan ini mulai dihuni. Ibu dua anak itu rupanya tak tergiur model pejabat di republik ini yang ingin menjabat selamanya sampai mati. Ia memilih legowo agar regenerasi organisasi terus berjalan. Terpilih secara aklamasi sebagai bendahara PKK yang baru adalah Verona. Selamat bekerja !. (***)










