Press "Enter" to skip to content

Ngompreng, Sensasi Nikmati Kopi di Kota Garut

Media Social Share

MASIH ingat istilah ngompreng. Istilah ini identik dengan angkutan umum, dan itulah yang diadopsi PT Jasa Karunia Garut dengan mengoperasikan sebuah bus yang didesain seperti cafe berjalan.

Ngompreng, yang merupakan akronim dari kata Ngopi Makan Bareng sejauh ini dioperasikan untuk city tour kota Garut, ngopi dan makan di atas bus sambil menikmati suasana kota Garut.

Menurut Sopir bus, Dodi Hermawan, ide membuat dan mengoperasikan cafe berjalan ini didasari keprihatinan owner terhadap karyawannya akibat terdampak covid-19, setelah sejumlah bus umum yang dioperasikan tak dapat melayani penumpang umum. “Ini baru beroperasi satu bulan,” kata Dodi.

Dodi mengatakan, animo masyarakat cukup tinggi, tidak hanya dari kota Garut tapi juga datang dari kota Bandung yang ingin menikmati nuansa berbeda berwisata sambil makan dan minum di cafe berjalan ini.

Cafe berjalan ini merupakan sebuah bus yang didesain secara khusus layaknya sebuah cafe. Beberapa kursi yang aslinya kursi bus juga, dibuat berhadap-hadapan menghadap sebuah meja kecil. Seat-nya juga dibuat tiga kursi di kanan dan dua kursi di kiri. Terdapat pula ruang khusus bagi para ahli hisap, dimana ruangannya berada di bagian belakang bus yang dibatasi dinding kaca transparan.

Terdapat tujuh meja, dengan fasilitas Air Conditioner. Sebuah space dengan ukuran dua kali empat langkah orang dewasa, sengaja dibuat untuk personil live music yang sengaja disediakan owner. Interaksi wisatawan dan musisi bisa dengan request lagu yang diinginkan. “Sebenarnya penumpang bisa saja kalau mau minta penyanyi atau biduan,” kata Dodi.

Tentu saja, ngompreng akan menarik jika dilakukan pada malam hari. Kemilau lampu ala diskotik akan terlihat mewah ketika temaram memenuhi ruangan. “Normalnya, ngompreng atau city tour ini hanya dua jam,” kata Dodi.

Owner menyiapkan menu standar seperti kopi, bandrek, makanan ringan, rebusan, dan dispenser air. Terapi, owner juga dapat menyediakan berbagai menu pilihan sesuai selera dan orderan penumpang.

Sayangnya, Dodi tak paham berapa sewa bus untuk city tour selama dua jam itu. Dia juga tak mengetahui berapa besar investasi bus produksi tahun 2019 ini. ” Saya mah cuma jalanin tugas aja, kalau city tour waktunya dua jam dengan rute yang sudah ditentukan,” kata Dodi.

Singkat cerita, bagi wisatawan yang ingin menikmati eksotisme kota Garut, tak ada salahnya mencoba cafe berjalan ini sambil menikmati dinginnya malam Swiss Van Java. (son) 

Mission News Theme by Compete Themes.