Press "Enter" to skip to content

Miliki Situs Sejarah, Desa Wisata Sangiran Berpotensi Jadi Desa Mandiri

Media Social Share

SRAGEN, BISNISJAKARTA.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyambangi Desa Wisata Sangiran yang terletak di Desa Krikilan, Kabupaten Sragen, Sabtu (9/10). Desa Krikilan ini masuk ke dalam daerah cagar budaya Sangiran dan telah ditetapkan sebagai World Culture Heritage oleh UNESCO. Desa ini merupakan situs arkeologi di Pulau Jawa yang dianggap penting oleh dunia, sebab fosil manusia purba banyak ditemukan di sini.

Sandiaga menjelaskan, Desa Wisata Sangiran merupakan desa wisata rintisan yang baru berusia dua tahun. Ia berharap desa ini bisa menjadi desa mandiri nantinya, yang mempunyai ketersediaan dan akses terhadap pelayanan dasar yang mencukupi, infrastruktur yang memadai, aksesibilitas atau transportasi yang tidak sulit, pelayanan umum yang bagus, serta penyelenggaraan pemerintahan yang sudah sangat baik.

Desa wisata Sangiran memiliki banyak potensi wisata yang dapat dinikmati wisatawan. Di antaranya, wisata air asin Pablengan, sumber mata air asin berusia lebih dari 2 juta tahun. Terbentuk dari pergeseran bumi serta letusan gunung berapi, yang menjadikan Sangiran yang tadinya laut dalam akhirnya menjadi darat.

Lalu, ada Punden Tingkir, yang merupakan peninggalan masa lalu yang dipercaya masyarakat sebagai peninggalan Joko Tingkir, karena adanya petilasan Joko Tingkir di dalamnya. Tempat tersebut, kini juga memiliki beberapa spot foto yang menarik.

Potensi Desa Wisata Sangiran kian lengkap dengan wisata budaya, yang di mana memiliki Museum Manusia Purba Sangiran. Di museum ini banyak informasi tentang keberadapan manusia purba Jawa serta binatang-binatang purba yang ditemukan di Jawa.

Wisatawan juga bisa menikmati ragam kesenian yang ada di Desa Wisata Sangiran ini, seperti Gamelan Renteng, gamelan berusia 1 abad yang masih dipakai hingga saat ini. Tari Gerbang Sukowati, berisi pesan ajakan kepada warga Sragen agar turut serta dalam membangun Kabupaten Sragen. Hingga, Tari Bubak Kawah, tradisi orang tua melepas anaknya digambarkan oleh perabot rumah tangga yang ditanggul.

Sementara untuk produk ekonomi kreatif, desa wisata ini memiliki produk kuliner seperti jajanan pasar, sate lontong, sego kuning, sego bancaan, ge dar pecel, bubur srintil, hingga kopi purba. Produk kriya berupa kerajinan bambu, watu lurik, kerajinan watu, watu akik, watu sangir, dan kapak purba.

Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dari Menparekraf Sandiaga Uno dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayahnya. “Ini tandanya Sragen walaupun potensi alamnya tidak begitu menghasilkan seperti yang ada di pegunungan dan pantai, ternyata kalau kita bisa menggali kelebihan dan kekayaan kita sendiri ternyata kita mampu. Untuk itu ayo dijaga kelestariannya, kebersihannya. Dan jangan lupa pandemi ini masih ada, walaupun Sragen sudah level dua tapi nanti saya minta bapak ibu, semua warga Sragen tetap patuhi protokol kesehatan,” ujarnya. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.