Press "Enter" to skip to content

Mengintip Serunya Bursa Wisata Independen di Era Pandemi

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Ada yang lengang dari bursa wisata yang selalu digelar oleh TTC Travel Mart. Tidak terlihat gaduh seperti biasanya dimana para sellers dan buyers antusias bernegosiasi atau mencari informasi terkini dari yang mereka jual belikan. Pandemi Covid-19 merubah seluruh lini bisnis bursa wisata di belahan dunia. Termasuk TTC Travel Mart yang digelar di Redtop Hotel – Jakarta, Senin (8/6).

Ini adalah embrio baru bagi TTC Travel Mart dalam menatap optimisme bisnisnya yang telah memasuki tahun ke-33 penyelenggaraaan.

Tedjo Iskandar, Founder TTC Network – penyelenggara TTC Travel Mart mengatakan, TTC Travel Mart Semi Virtual adalah cara dirinya dalam memberikan definisi format event yang tepat untuk mempertemukan para sellers dan buyers dimasa pandemi.

Konsep hybrid yang lazim untuk mendifiniskan event yang diselenggarakan secara luring dan daring, menurut Tedjo, masih kurang tepat baginya. “TTC Travel Mart Semi Virtual cara pandang dan bahasa kami untuk memberi gambaran bagaimana sellers dan buyers dari berbagai negara dapat bertemu untuk deal business,” ungkap Tedjo.

Dan TTC Travel Mart Semi Virtual, lanjut Tedjo, harus terselenggara sebab ini membuktikan eksistensi TTC Travel Mart itu masih ada, masih bertahan dan mampu berinovasi dalam kubangan pandemi Covid-19 yang entah sampai kapan berakhir. “Semenjak tahun awal pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia, TTC Travel Mart tahun 2020 pun urung terselenggara di 2 kota besar di Indonesia. Dimasa anjuran pemerintah untuk di rumah saja, ia membuat formulasi bagaimana klien potensial mereka tetap berbisnis. Dan TTC Travel Mart Semi Virtual inilah jawabannya,” urai Tedjo.

Pengetatan Protokol Kesehatan

Segala aspek dan lini adaptasi pandemi COvid-19 dipelajari secara detail oleh TTC Travel Mart. Tidak hanya pengurangan kapasitas peserta pameran (sellers) yang ikut berpartisipasi dalam bursa wisata kali ini.

Ruang antar meja sellers pun berjarak sebagaimana anjuran pemerintah dan Satgas Covid-19. Protokol kesehatan seperti 3M benar-benar diadopsi dalam ruang ballroom yang biasanya berisikan lebih dari 100 peserta.

Pemangkasan jumlah peserta mengakibatkan hanya ada 18 meja sellers untuk bertemu dengan buyers-nya. Itu sebabnya, ruang ballroom terlihat lengang tidak seperi event-event sebelum Covid-19 menjadi mimpi buruk pelaku bisnis seperti dirinya.

Sebelum masuk ke area pameran, TTC Travel Mart mengawal ketat baik sellers maupun buyers yang akan bertemu secara online dan offline dengan swab antigen tanpa terkecuali. “Kami menyiapkan persyaratan ketat setiap peserta yang akan mengikuti event kali ini jauh-jauh hari. Agar sellers maupun buyers merasa aman dan nyaman,” ungkap Tedjo.

Berkah Pandemi

Meskipun mengaku “cuan” berkurang, namun Tedjo mengaku masih mampu menarik napas lega. Sebab, ada 5 sellers baru terjaring dalam TTC Travel Mart Semi Virtual kali ini.

Ke 5 sellers baru tersebut di antaranya, Mediterranean Travel Expert, Lourdes Hotels dari Perancis, Gyeongnam dari Korea Selatan, Kitaspedia, dan Baitul Agung Tour Expert dari Indonesia.

Beberapa sellers yang benar-benar melakoni niaga secara virtual di antaranya Jalan2 Paris, Lourdes Hotels dari Perancis, Magadh Travel & Tour dari India, serta Horas Tours dari Indonesia, selebihnya 14 sellers mencari peruntungan secara offline. “Terlihat bagaimana sellers dari Perancis dan India tetap antusias berjualan di event kali ini. Padahal waktu disana masih sekitar jam 4-5 pagi. Sedangkan buyers disini menemui mereka jam 10 pagi. Ini artinya market Indonesia sangat dinanti oleh mereka,” katanya.

Sementara itu Mardiana, Korea Business Center, Jakarta—Embassy of the Republic of Korea yang menjadi representative Dinas Pariwisata dari Gyeongnam menjelaskan, tujuan utama mengikuti TTC Travel Mart Semi Virtual ini karena ingin “mencuri” start untuk mempromosikan Gyeongnam. “Kami menyadari pandemi masa yang sulit, untuk itu ini saat yang tepat bagi Provinsi Gyeongnam untuk menarik market Indonesia. Ketika pandemi usai kami yakin akan banyak wisatawan Indonesia yang akan pergi berlibur ke luar negeri dan kami optimis Gyeongnam menjadi pilihan favorit destinasi wisata dari Korea Selatan,” pungkas Mardiana.

Gyeongnam menawarkan, Inhae Cherry Blossom Festival. Banyak orang mengunjungi kesana, namun banyak pula yang tidak mengetahui bahwa event tersebut adalah festival cherry blossom terbesar di Korea. “Festival ini menjadi salah satu dari 2 atraksi wisata atau event terbesar di Korea yang kita jual ke para travel agent Indonesia untuk memasukan dalam paket tur wisata ketika mereka menjual Gyeongnam,” pungkas Diana. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.