Press "Enter" to skip to content

Mau Lava Tour, ke Garut Aja … !

Media Social Share

UNTUK menikmati lava tour dengan mobil Jeep legendarisnya, tak harus jauh-jauh ke Yogyakarta, tetapi Kabupaten Garut punya destinasi serupa. Bekas lahar Gunung Guntur yang meletus dua abad silam telah membentuk trek yang dapat menguji andrenalin dan menantang ketahanan fisik wisatawan. Bahkan, Kabupaten Garut tak hanya memiliki lava tour, karena dengan Jeep pula, wisatawan dapat menikmati Cilorek Tour dengan pohon pinusnya, dan Dayeuh Manggung serta Cikajang Tour, tour dengan destinasi kebun teh.

Inilah beberapa destinasi petualangan yang ditawarkan Pemkab Garut bagi wisatawan yang mengunjungi daerah yang berjuluk Swiss Van Java itu. Sementara destinasi lain di Kabupaten Garut sudah banyak dikenal wisatawan baik warga Garut sendiri maupun wisatawan dari luar Jawa Barat, seperti wisatawan dari Jakarta atau Jateng dan Yogyakarta.

Berbeda dengan Lava Tour di Kaliurang dengan jalan aspal yang mulus. Lava Tour di Garut, seluruh trek sepanjang 5 kilometer tak tersentuh aspal, bahkan beberapa ratus meter menjelang akhir trek jalannya benar-benar menantang, karena batu bekas lahar panas Gunung Guntur itu dibiarkan memenuhi badan lintasan. Perlu tenaga ekstra untuk berpegangan agar badan tak terantuk ke body mobil.

Untuk menikmati itu semua, wisatawan dapat menghubungi hotel atau penginapan yang telah melakukan kerjasama dengan Ikatan Travel Agen Garut (ITGA) yang juga menggandeng Kujang alias Kumpulan Jeep Garut, komunitas pemilik mobil Jeep. “Sebulan terakhir baru efektif kita melayani wisatawan, karena sebelumnya terganggu akibat Covid-19,” kata Ketua ITGA Stevano saat menemani peserta Famtrip Kemenparekraf menjajal trek lava tour di Garut, Jumat (30/10).

Stevano mengakui, pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi kunjungan wisatawan ke Garut. Namun sebulan terakhir, wisatawan sudah mulai kembali normal. Ia mengambil contoh, wisatawan yang memanfaatkan lava tour baru beberapa paket saja.

Ia sependapat bahwa lava tour sangat menarik untuk dikembangkan. Wisata petualangan ini, selain memang baru terbentuk beberapa bulan lalu, juga promosi belum maksimal sehingga belum banyak wisatawan mengetahui dan menikmati nuansa alam kaki Gunung Guntur ini.

Realitas tersebut bisa dimaklumi mengingat trek yang dijadikan lava tour selama ini menjadi kawasan konservasi sehingga tidak bisa dimasuki. Namun sejak awal tahun ini, zona tertentu seperti trek lava tersebut sudah dijadikan kawasan Taman Wisata Alam oleh Perhutani, sehingga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan kepariwisataan.

Selain uji nyali, trek lava tuor sangat Instagramble, karena pada ketinggian tertentu wisatawan dapat menikmati keindahan Gunung Putri dengan puncaknya yang dijadikan titik awal paralayang. Bahkan, pada sisi kiri trek sepanjang lintasan tampak keindahan kota Garut.

Kini, seberapa besar tekad Pemkab Garut untuk pengembangan kepariwisataan, termasuk pengembangan lava tour ini. Sebelum berkembang lebih jauh, lintasan atau trek lava tour perlu dibenahi dan ditata, karena pada spot tertentu sudah berdiri bangunan liar yang secara estetika merusak keindahan sepanjang lintasan. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.