Press "Enter" to skip to content

Geopark, Destinasi Andalan Kabupaten Belitung

Media Social Share

TIDAK hanya kaya akan wisata bahari, namun Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  juga memiliki geopark yang kini menjadi bagian destinasi andalan Belitung. Bahkan jika tidak ada hambatan, geopark pulau Belitung akan diluncurkan pada bulan Januari tahun depan, setelah mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai global geopark.

Rencananya pada bulan November ini, UNESCO akan melakukan sidang, apakah geopark Belitung ditetapkan sebagai global geopark atau harus ditunda. Seperti diketahui geopark Belitung memiliki puluhan geosite, sedangkan syarat untuk menjadi global geopark, salah satunya adalah memiliki minimal 20 geosite.

“Yang sedang kami optimalkan itu adalah geosite-geosite sebagai bagian dari global geopark,” kata Wakil Bupati (Wabup) Isyak Meirobie dalam Press Tour & Seminar Series 5 yang digelar Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) di Belitung.

Belitung geopark itu adalah gabungan dari Kabupaten Belitung  dan Belitung timur  makanya disebut dengan Belitung Ģeopark dan geosite itu banyak sekali keragamannya dan juga latar belakangnya berbeda-beda dari batu  granit yang lebih tua dari zaman jurasic sampai tambang tertua.

Bahkan, Wabup Isyak memastikan geosite menjadi destinasi yang  aman untuk dikunjungi. Pasalnya geosite merupakan destinasi alami dan asri,  yang bermanfaat bagi kesehatan. Areanya pun luas dan dapat memudahkan wisatawan berjaga jarak.

Meski areanya luas, namun pembatasan tetap dilakukan. “Nanti kalau ke geosite, geosite-geosite itu menjaga jarak. Orang-orang yang datang tidak dituntut seratus, mereka dibatasi jumlahnya 10 orang nanti kalau penuh bisa ke geosite lain, nanti diatur secara manajemen oleh badan pengelola geopark,” ujar Wabup Irsyak.

Selain geosite, Pemerintah Kabupaten Belitung juga menawarkan exprerience tourism yakni wisatawan akan diajak membuat produk-produk khas Belitung mulai dari kuliner hingga souvenir. “Saya rasa destinasi yang baru juga adalah experience tourism bagaimana orang datang ini untuk bikin terasi. Bagaimana belajar membatik, dengan hammering, hammering itu,  daun khas Belitung digulung  dipukul nanti jadi batik, kemudian bagaimana mereka membuat tembikar dengan tanah liat Belitung yang begitu bagus,  yang diekspor ke luar,” terang Wabup Irsyak.

Wabup Irsyak mengaku Belitung belum bisa seperti Bali, karena  masih banyak kekurangan yang harus dibenahi. “Kami ini bayi yang baru lari baru 10 tahun, wajar kami masih ada kekurangan tapi kami menawarkan keaslian, menawarkan keramahan dan kenyamanan beserta keamanan. Itu hal yang paling utama,” tutup Wabup Irsyak. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.