Press "Enter" to skip to content

DMO-DG Bali Diperkuat, Ini Tujuannya

Media Social Share

BALI, BISNISJAKARTA.ID – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) melakukan kick off program penguatan Destination Management Organization dan Destination Governance (DMO-DG), sebagai upaya mempercepat revitalisasi destinasi dan pemulihan pariwisata di Bali menuju zona hijau.

Kegiatan ini dilakukan selama tiga hari, di daerah yang menjadi green zone. Program Penguatan DMO-DG merupakan salah satu strategi dan management tools yang melibatkan unsur pentahelix (akademisi, dunia usaha, masyarakat/komunitas, tokoh adat/tokoh masyarakat, pemerintah daerah, serta media) dalam mendorong peningkatan kualitas destinasi pariwisata agar memiliki nilai ketertarikan, daya saing, dan keberlanjutan.

Di samping itu, DMO-DG juga berfungsi sebagai wadah bagi seluruh stakeholders di tingkat lokal atau wilayah untuk berpartisipasi aktif dalam memperkuat ekosistem kepariwisataan, serta menjadi solusi untuk menata destinasi dan menyelesaikan isu riil secara strategis. “Hari ini acara kick off penguatan DMO-DG terselenggara dengan baik. Kehadiran DMO-DG di tengah dinamika perubahan saat ini sangat relevan untuk memperkokoh inovasi, adaptasi, dan kolaborasi,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, saat membuka acara Kick off

Penguatan DMO-DG, secara virtual, Selasa (3/5).

Menurut Menparekraf Sandiaga, inovasi, adaptasi, dan kolaborasi ini sangat krusial dan sangat sentral. Karena dapat menyatukan berbagai komponen untuk membangun, menata, mengontrol, mempromosikan suatu destinasi yang bertanggung jawab, berkualitas, dan berkelanjutan, serta memperkuat pendekatan orkestrasi dan integrasi sistem di destinasi untuk pembangunan di sebuah wilayah atau daerah. “Saya berharap melalui acara ini akan tercipta pengelolaan destinasi yang berkualitas dan berkelanjutan di Nusa Dua, Sanur, dan Ubud. Sehingga dapat dijadikan sebagai contoh konkrit untuk meningkatkan kepercayaan pasar domestik dan mancanegara. Dan tentunya reputasi destinasi Bali dan Indonesia,” katanya. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.