Press "Enter" to skip to content

Begini Cara Babel Bangkitkan Sektor Pariwisata

Media Social Share

BISNISJAKARTA.ID. BELITUNG – Wakil Gubernur Bangka Belitung (Babel) Abdul Fatah mengatakan, sejak pandemi Covid-19 hingga triwulan III tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Babel terkontraksi -4 persen. Meski mengalami pertumbuhan ekonomi yang minus, namun secara perlahan sejak dibuka Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau new normal, Babel mulai menata diri untuk menyambut wisatawan yang berkunjung. “Sektor pariwisata merupakan motor penggerak ekonomi di Babel setelah beralih dari tambang timah,” ungkap Fatah di sela diskusi Presstour Series  Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparkeraf) di Belitung, Senin (15/11).

Menurut Fatah, berbagai cara dilakukan Pemmda Babel agar wisatawan merasa aman dan nyaman berkunjung ke Babel khususnya ke Belitung. Misalnya dengan cara memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat dan juga pelaku industri di bidang pariwisata tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan serta melaksanakan secara ketat Clean, Health, Safety & Environment (CHSE) atau menjaga kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian, lingkungan hidup. Selain itu juga menerapkan protokol kesehatan misalnya melakukan pengecekan suhu tubuh, jaga jarak, cuci tangan.

Dengan cara tersebut, kata Wagub, maka Babel masuk zona hijau dan menjadi provinsi penanganan covid terbaik ke dua secara nasional setelah NTB. “Penggerak utama ekonomi di Babel sudah beralih, sebelumnya berasal dari tambang timah, sekarang ke sektor pariwisata. Jadi kami terus menata diri setelah New Normal diterapkan terutama di sektor pariwisata. Kami tingkatkan keamanan dan pelayanan di semua pintu masuk ke Babel baik laut maupun lewat udara secara ketat,” kata Fatah.

Semua protokol kesehatan dan CHSE diterapkan, jelas Fatah, dengan tujuanmemberikan rasa aman dan nyaman terutama bagi wisatawan yang berkunjung ke Babel khususnya Belitung.

Dikatakannya, pada saat diberlakukannya PSBB,  wisatawan yang berkunjung ke Babel pada Maret dan April 2020 tidak ada atau nol. Namun mulai Juni hingga September atau new normal, wisatawan  mulai berdatangan.

Adapun jumlah wisatawan yang berkunjung ke Babel pada September 2020 mencapai 1823 kunjungan atau turun -49,50 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 yang mencapai 3610 kunjungan.

Namun bila dibandingkan dengan bulan Agustus 2020, jumlah wisatawan ini meningkat 11,15 persen dari 1640 kunjungan. “Kita bisa lihat setengah dari tahun 2019 yang datang ke Babel, hanya setengahnya yang datang ke Babel tahun 2020 ini,” paparnya.

Namun hingga akhir tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Babel diperkirakan akan membaik yakni sekitar 0 persen, dan pada tahun 2021 pertumbuhan ekonomi Babel sudah mulai positif yakni sekitar 1 persen.

Sementara itu, Bupati Belitung Sahani Shaleh mengatakan, sejak diberlakukannya new normal, Bebel melakukan 10 protap kesehatan atau SOP kesehatan. SOP ini sudah dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada pelaku usaha di sektor pariwisata.

Dengan diterapkannya SOP tersebut, kata dia, maka sektor pariwisata di Babel dalam menyambut libur Natal dan Tahun Baru menjadi prioritas.

Dikatakan Shaleh, hasil  pantauan pemerintah daerah, sektor perhotelan sudah mempersiapkan diri untuk menampung wisatawan di libur Natal dan Tahun Baru. “Biasanya menjelang akhir tahun, jauh-jauh hari  hotel sudah habis dipesan bahkan sudah fullbook baik itu hotel bintang maupun hotel yang tidak berbintang,” ungkapnya.

Namun sejak pandemi ini mulai ada pemesanan hotel bahkan ada beberapa hotel juga yang  sudah fullbook walau tidak sebanyak tahun 2019 lalu. “Sejumlah hotel sudah mempersiapkan acara menyambut tahun baru. Bahkan, ada yang sudah hampir fullbook. Kita berharap di akhir tahun ini, Belitung akan dikunjungi wisatawan agar dapat kembali menggeliatkan perekonomian yang sempat lesu,” pungkas bupati.

Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Belitung Isyak Meirobie mengatakan, menghabiskan liburan akhir tahun di dalam negeri, Belitung bisa jadi opsi. Pulau yang memiliki pasir putih dan pantai dengan hiasan batu granit ini menawarkan sejumlah pengalaman menarik.

Selain pesona pantai yang tak kalah dari Bali, Belitung juga ternyata memiliki wisata Geopark. Spot geosite Kabupaten Belitung menjadi salah satu andalan yang dijual kepada wisatawan. “Geosite kami sangat alamiah. Masih sangat virgin. Orang sekarang, karena pandemi, takut berangkat. Tapi punya kerinduan jalan-jalan. Nah paling tepat ke Belitung. Hanya 45 menit dari Jakarta,” ujarnya. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.