Press "Enter" to skip to content

Angkat Identitas Budaya Bahari Kaltim, IPBN Luncurkan Program Ini

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Ikatan Pencinta Batik Nusantara (IPBN) meluncurkan program “Dalling dan Batik untuk Derawan, Maratua, dan Budaya”, sebuah inisiatif pelestarian budaya yang mengintegrasikan pengembangan batik khas Derawan dan Maratua, revitalisasi Tari Dalling masyarakat Suku Bajau, serta pemberdayaan generasi muda melalui kreativitas, pendidikan budaya, dan ekonomi kreatif.

Peluncuran program dihadiri Dr. Sapta Nirwandar selaku dewan pembina IPBN sekaligus Inisiator & Pendiri IPBN, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Ketua Umum IPBN Ayu Dyah Pasha. Hadir pula Sekjen Kemenbud, Bambang Wibawarta, Kepala Balai Media Kemenbud, Abu Chanifah, dan Staf Khusus Menbud Bidang Media dan Komunikasi Publik, M. Asrian Mirza.

Program ini merupakan bagian dari Layanan Produksi Bidang Kebudayaan yang didukung oleh Dana Indonesiana (kini bernama Dana Indonesiaraya), Kementerian Kebudayaan, dan LPDP sebagai implementasi penguatan ekosistem pemajuan kebudayaan nasional.

Peluncuran program kali ini menjadi tonggak penting dalam membangun identitas budaya Kepulauan Derawan dan Maratua, destinasi wisata bahari unggulan Indonesia di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yang selama ini lebih dikenal karena keindahan alamnya dibandingkan kekayaan budaya masyarakat pesisirnya.

Indonesia memiliki keunggulan besar melalui keberagaman budaya yang tersebar diseluruh wilayah, termasuk budaya masyarakat pesisir di Kepulauan Derawan dan Maratua. Kabupaten Berau dikenal sebagai gerbang menuju Kepulauan Derawan dan Maratua yang terdiri atas sejumlah pulau utama, antara lain Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki.

Kawasan ini merupakan bagian dari bentang laut yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi dan menjadi habitat penting bagi penyu hijau (Chelonia mydas), pari manta, lumba-lumba, whale shark, ratusan spesies karang, serta Danau Kakaban yang dikenal sebagai salah satu danau ubur-ubur tidak menyengat yang sangat langka di dunia.Keunggulan tersebut telah menjadikan Derawan dan Maratua sebagai salah satu ikon wisata bahari Indonesia yang telah mendunia. Namun demikian, penguatan identitas budaya lokal masih menjadi

tantangan sehingga diperlukan inovasi yang menghubungkan kekayaan alam dengan ekspresi budaya masyarakat.

Program ini juga mendukung arah pembangunan nasional yang menempatkan budaya sebagai modal sosial, penguat identitas bangsa, sekaligus sumber pertumbuhan ekonomi kreatif.

Sapta Nirwandar mengaku gembira dan bangga dengan gelaran acara ini, terutama dengan tampilnya budaya Berau serta koleksi batik yang terus dilestarilan.

Sapta juga berharap Pemkab menginisiasi hari tanpa batik, setidaknya di lingkungan Pemkab yang pada hari-hari tertentu wajib menggunakan batik khas Berau.

Sapta juga berharap Pemkab melakukan promosi tidak hanya tampil dalam even-even atau momentum tertentu di dalam negeri, tetapi juga sesekali harus tampil pada ajang di luar negeri agar batik khas Berau mendunia.

Sementara Bambang Wibawarta mengingatkan bahwa dunia mengenal Indonesia salah satunya melalui batik, dan setiap motif batik memperkuat identitas budaya Indonesia di mata dunia. “Mari kita hadirkan batik dengan motif modern, sebagai sebuah kreativitas dengan identitas Indonesia,” pesannya.

Bambang beraharap karya batik saat ini akan lestari di masa-masa yang akan datang, dan mari menjaga dan merawat budaya untuk masa depan yang lebih baik. “Budaya bukan warisan tapi titipan yang kita pinjam dari anak cucu kita,” katanya.

Puncak acara dihadirkan berbagai motif batik serta peragaan busana. Sebwlumnya juga ditampilkan berbagai tarian khas Kabupaten Berau. (son)

 

Mission News Theme by Compete Themes.