BANDUNG, BISNISJAKARTA.ID – Bandara Husein Sastranegara Bandung yang dikelola PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports resmi melayani kembali penerbangan pesawat jet Boeing 737-800 NG, Jumat (14/8).
Pesawat Boeing 737-800 NG nomor penerbangan GA 335 yang dioperasikan Garuda Indonesia mendarat di Bandara Husein Sastranegara sekitar pukul 10.29 WIB setelah lepas landas dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Kedatangan pesawat disambut prosesi water salute sebagai tradisi penghormatan di dalam dunia penerbangan.
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad Rizal Pahlevi dan Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir menyambut langsung penumpang pesawat GA 335 dengan pengalungan kain di terminal kedatangan. Penumpang yang tiba juga disambut tari Merak, serta pemberian gift special di atas bagasi penumpang.
Kemudian untuk keberangkatan penerbangan, GA 334 take off dari Bandara Husein Sastranegara menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai sekitar pukul 11.35 WIB.
Rizal mengatakan, realisasi penerbangan tersebut menandakan seluruh fasilitas operasi dan pelayanan bandara siap mendukung penerbangan pesawat jet berbadan sedang atay Narrow Body. “Terakhir kali bandara ini melayani penerbangan jet berjadwal pada 2023. InJourney Airports kemudian melakukan persiapan sekitar 2 bulan terakhir, pemastian kesiapan dilakukan setiap hari selama 24 jam, untuk memastikan terpenuhinya aspek security , safety, services, dan compliance atau 3S dan 1C. Sejalan ini, Kementerian Perhubungan menerbitkan sertifikasi bahwa Bandara Husein Sastranegara dapat kembali melayani pesawat jet berjadwal Boeing 737-800.
Setelah terlaksananya optimalisasi ini, Bandara Husein Sastranegara Bandung melayani 12 rute penerbangan domestik yakni dari dan ke Palembang, Lampung, Yogyakarta, Denpasar, Medan, Surabaya, Balikpapan, Makassar, Batam, Padang, Pontianak dan Pekanbaru.
Lebih lanjut, Rizal mengatakan InJourney Airports akan terus berupaya mengembangkan konektivitas udara di Bandung. “InJourney Airports secara aktif terus mengembangkan rute-rute penerbangan. Terkait rute internasional, pembahasan terus kami lakukan dengan Kementerian Perhubungan, maskapai dan berbagai pihak,” ujarnya. (son)










