Press "Enter" to skip to content

Ada Pelangi di Kota Semarang

Media Social Share

BISNISJAKARTA.ID. JAKARTA – Mengisi liburan di Kota Semarang terasa tidak lengkap jika belum mengunjungi Kampung Pelangi. Menuju pemukiman dari dua Rukun Warga yang terletak di Jalan Dr. Sutomo – Semarang ini tidaklah sulit, bahkan dari lokasi tetentu di Kota Semarang, Kampung Pelangi terlihat menyolok karena ratusan rumah yang dicat warna warni.

Ketua Kelompok Desa Wisata (POKDAWIS) Slamet Widodo saat memandu wartawan yang tergabung dalam kelompok Presstour Forwarparekraf menjelaskan, kampung yang dulu terlihat kumuh, sekarang berwarna-warni setelah muncul ide dari berbagai elemen masyarakat dan sejumlah perusahaan lewat program Corporate Social Responsibility (CSR)-nya, dan belakangan disokong lewat APBD Kota Semarang.

Kampung Pelangi yang terdiri dari RW 3 dan 4 Kelurahan Randusari Semarang Selatan yang diresmikan oleh Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, 2 Mei 2017 itu dulunya pemukiman kumuh. Karena letaknya berada di jurang bukit, jadi terlihat jelas pemukiman warga yang tampak kumuh. Kondisi itu diperparah dengan sungai di belakang pasar bunga yang belum terurus.

Ketika Pemkot merevitalisasi pasar bunga, kata Slamet, pasar bunga kan ketika dilihat dari depan (jalan raya) cantik dan indah, tapi di sisi lain kampung di belakang kumuh. Kesan kumuh itu bukan karena lingkungan yang kotor, tetapi rumah-rumah yang ada di lereng bukit Berintik ini kalau di lihat dari jalan raya, temboknya tak beraturan dan tak rapi, tidak dicat dan sebagainya.

Kemudian Slamet menyampaikan kepada Pemkot, jika revitalisasi pasar bunga berjalan, dia meminta kampung Wonosari dicat untuk mendukung keindahan pasar bunga. Akhirnya, pemkot merespon dengan membuat program revitalisasi kampung Wonosari menjadi kampung tematik warna-warni yang belakangan disebut Kampung Pelangi. “Pak Hendilah (Walikota Hendrar Prihadi) orang yang pertama kali menyebut kampung pelangi saat peresmian,” katanya.

Seiring dengan kelahiran Kampung Pelangi, Ndan Selawi, Slamet sering disapa mengungkapkan, Pemkot Semarang sudah memberi pelatihan kepada warga untuk membuat kerajinan, kuliner, dan pengelolaan lingkungan. Tujuan utama pemkot mengubah kampung ini menjadi kampung pelangi yang utama adalah untuk meningkatkan taraf hidup, lalu untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa kampung Wonosari tidak kumuh seperti dulu lagi. Tapi sudah menjadi destinasi wisata di Kota Semarang.

Ia mengatakan, harapan terbentuknya Kampung Pelangi adalah untuk mengubah karakter warga yang cinta kebersihan dan keindahan. “Awalnya itu Wonosari tidak akan dicat, tapi dijadikan kampung tematik penyangga pasar bunga. Namun belakang muncul ide untuk mengecat rumah-rumah warga dengan cat warna warni,” papar Slamet.

Wisatawan Saat Pandemi

Slamet mengungkapkan, sebelum pandemi Covid-19 banyak wisatawan yang datang. Meski kunjungannya fluktuatif, tetapi selalu ada saja yang datang, dan itu memberikan sedikit berkah kepada warga yang kesehariannya membuka usaha rumah tangga seperti kerajinan dan warung.

Namun dengan Pandemi Covid-19, praktis tidak ada yang datang, dan masyarakat yang selama ini banyak terbantu dari pendapatan kunjungan wisatawan praktis tanpa penghasilan, sehingga warga banyak beralih profesi dengan membuat bunga imitasi yang ditawarkan kepada pedagang bunga untuk asesoris berbagai karangan bunga, dan sebagian lagi warga membuat kreasi atau kerajinan dari bahan daur ulang.

Harapannya, Covid-19 segera berakhir, dan masyarakat kembali mengisi waktu liburannya dengan berwisata. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.