JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menyampaikan pentingnya pendidikan yang mengutamakan karakter bangsa untuk mewujudkan masa Indonesia yang lebih baik. “Di Indonesia banyak orang pintar. Tetapi, pendidikan yang lebih sistematik serta pendidikan yang mengutamakan karakter, itulah yang akan menjadi pemenang,” kata Utut dalam Webinar Ngobrol Bareng Legislator dengan tema Pemanfaatan Internet untuk Pendidikan di Jakarta, Senin (4/4).
Pada Webinar yang diselenggarakan atas kerja sama Ditjen Aptika Kemkominfo dan DPR RI tersebut juga dihadiri oleh Dirjen Aptika Semuel A. Pengerapan, Wakil Bupati Kebumen Ristawati Purwaningsih,S.ST,MM dan Praktisi dan Pengembangan SDM Teguh Yuwono.
Dia menjelaskan, Komisi I DPR RI selalu mendorong untuk pendidikan melalui internet agar lebih maju lagi. “Kita paham, internet itu hanya alat untuk memperbaiki pendidikan Indonesia. Yang paling penting adalah bagaimana ditengah situasi yang makin hilang sentuhan kemanusiaan, karakter Indonesia tidak berubah,” katanya.
Menurut Utut, tidak ada satu negara pun yang hebat yang karakternya lemah. Lihat India menjadi kekuatan ekonomi keempat di dunia, China menjadi kekuatan ekonomi kedua di dunia, bahkan berpotensi menjadi satu. Jepang menjadi kekuatan ekonomi ketiga, itu semua bangsa yang berkarakter kuat.
Utut juga menyebut Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah yang menyimpan banyak potensi, tetapi potensi tersebut dapat menjadi kenyataan atau fakta itu merupakan pekerjaan yang sangat sulit. “Selalu perlu design besar yang baik, perlu unit proses serta orang-orang di lapangan yang tekun dan setia dan terakhir target yang sesuai dengan harapan atau kenyataan yang ada di masyarakat Kebumen,” katanya.
Sementara itu, Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc Dirjen Aptika Kemkominfo mengatakan pada awal tahun 2022, pengguna internet di Indonesia mencapai 204,7 juta orang atau naik 2,1 juta orang dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Angka ini akan meningkat dari tahun ke tahun. “Namun masifnya penggunakan internet di Indonesia harus kita akui membawa serta berbagai risiko seperti penipuan online, bulliying hoax dan content-contet negatif lainnya,” katanya.
Oleh karena itu, penggunaan internet perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital yang mumpuni agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital dengan produktif, bijak dan tepat guna.
Survey nasional literasi digital Indonesia menyebutkan angka literasi digital Indonesia berada pada angka 3,49 dari sekala lima yang artinya masih kategori sedang, belum katageri baik. Angka ini perlu untuk terus ditingkatkan.
Wakil Bupati Kebumen Ristawati Purwaningsih menjelaskan perkembangan internet tahun demi tahun semakin mengalami peningkatan yang pesat, hal ini juga disebabkan karena kebutuhan manusia yang terus meningkat.
Di bidang pendidikan, katanya, penggunaan internet menjadi salah satu faktor penting yang membantu dalam proses belajar dan pembelajaran. Pengguna internet bisa mengakses dan mendapatkan berbagai informasi terkait dengan kurikulum, modul, artikel, jurnal, referensi penunjang, pengetahuan umum, dan lain sebagainya dengan cepat dan praktis.
Trainer dan Praktisi Pengembangan SDM Teguh Yuwono menjelaskan teknologi telah masuk dalam dataran budaya manusia secara substansial manusia hampir dipastikan, tidak dapat hidup tanpa teknologi. “Di tangan orang-orang yang berbudi luhur, internet dapat menjadi kekuatan yang dahsyat untuk kebaikan,” katanya. (son)










