BOYOLALI, BISNISJAKARTA.ID – Pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Solo (SOC) melalui Bandara Adi Soemarmo kembali menerapkan layanan fast track (Makkah Route) untuk memudahkan pemeriksaan imigrasi jamaah calon haji langsung di bandara. Layanan fast track yaitu jemaah tidak perlu lagi melewati pemeriksaan imigrasi setibanya di Arab Saudi untuk mempercepat proses kedatangan.
Sebelumnya, jemaah calon haji dari bebagai daerah di Jawa Tengah itu masuk melalui Asrama Haji Donohudan (AHD) untuk melakukan berbagai kesiapan termasuk menyiapkan berbagai perlengkapan terkait dengan keberangkatan, seperti pemeriksaan bawaan, dokumen, kartu nusuk dan sebagainya. “Prosesnya cepat, tak lebih dari 30 detik,” kata GM Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Bandara Adi Soemarmo Hery Purwanto di sela-sela menyambut kedatangan jemaah dari Asrama Haji Donohudan di Boyolali, Rabu (13/5).
Menurur Hery, Makkah Route merupakan program percepatan keimigrasian haji yang memungkinkan jemaah menyelesaikan proses imigrasi Arab Saudi di bandara keberangkatan Indonesia. “Ini adalah kerja sama dengan pihak Kerajaan Arab Saudi dengan pemerintah Republik Indonesia khususnya waktu itu adalah kementerian agama di tahun 2017 dan dimulai pertamanya di 2018 yang dimulai di Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Hery.
Setelah Bandara Soekarno-Hatta disusul penerapan Makkah Route di Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Juanda Surabaya tiga tahun lalu, dan disusul Bandara Hasanuddin Makassar tahun ini.
Dikatakannya dengan penerapan Makkah Route ini, memberikan kemudahan bagi jemaah haji embarkasi Solo saat tiba di Bandara Madinah atau Jeddah. “Saat tiba di sana, jemaah haji bisa langsung menuju bus untuk melanjutkan perjalanan tanpa perlu pengecekan dokumen imigrasi lagi,” tuturnya.
Makkah Route di Bandara Adi Soemarmo dikatakan Hery, hanya membutuhkan waktu 30 detik hingga satu menit saja pemeriksaan digital dan jemaah haji langsung menuju pesawat.
Kecuali bila ada kendala teknis, maka akan tetap dilakukan pemeriksaan secara manual di area Makkah Route dengan waktu sedikit lebih lama yakni 3-5 menit per jemaah. “Hal ini terjadi misalnya ketidakcocokan foto atau sidik jari jemaah. Foto mungkin beda waktu daftar dengan foto jemaah saat ini,” ungkap Hery.
Tahun ini embarkasi Solo ditambahkannya melayani angkutan haji hingga 81 kloter baik keberangkatan maupun kepulangan. “Jumlah ini berkurang dari tahun lalu yang mencapai 96 kloter,” ungkap Hery.
Hal itu mengingat saat ini ada embarkasi dari Bandara Yogya (DIY) yang baru dimulai tahun ini, untuk meningkatkan kenyamanan jemaah haji.
Dengan lima armada Garuda Indonesia Airbus 330, penerbangan jemaah haji embarkasi Solo berjalan lancar. “Sejak awal penerbangan angkutan haji, alhamdulillah tingkat ketepatan waktu keberangkatan mencapai 96 persen,” ucap dia.
Hery berharap semua jemaah haji sehat selalu dan menjadi haji mabrur, selamat berangkat hingga kembali ke Tanah Air. “Hari ini kloter 64-65 dan jemaah haji gelombang dua ini langsung menuju Bandara Jeddah,” ucapnya.
Adapun rangkaian angkutan jemaah haji di Solo akan berakhir pada 21 Mei mendatang. (son)










