Press "Enter" to skip to content

Transformasi Digital Bangkitkan Produktivitas Masyarakat Pedesaan

Media Social Share

DIGITALISASI membawa perubahan besar dalam tatanan kehidupan saat ini. Pademi Corona Virus Disease alias Covid-19 yang menteror warga dunia mempercepat akselerasi menuju  transformasi digital dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara, kini dan nanti. Demikian benang merah dari diskusi bertajuk Peran BAKTI Dalam Transformasi Digital Indonesia yang digelar secara virtual di Jakarta, Selasa (27/4).

Hadir sebagai pembicara antara lain Direktur Sumber Daya dan Administrasi Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Fadhilah Mathar, dan Lintasarta Marketing and Solution Director PT Aplikanusa Lintasarta – Limited Distribution Only, Ginandjar.

Fadhilah Mathar mengatakan, pemerintah memprioritaskan untuk melengkapi wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) di Tanah Air dengan infrastruktur jaringan 4Gguna memenuhi kebutuhan akses komunikasi digital. “Pemanfaatan sinyal 4G untuk layanan digital dapat meningkatkan kualitas hidup bersama baik dari sektor pendidikan, kesehatan maupun ekonomi bagi masyarakat, terutama di wilayah 3T,” katanya.

Ia mengatakan, hal itu berkaitan dengan upaya pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika menyiapkan infrastruktur telekomunikasi di wilayah 3T dalam mendukung percepatan tranformasi digital.

Fadhilah mengatakan, pemerintah dan operator seluler melakukan rangkaian pembangunan infrastruktur menara BTS (Base Transceiver Station) di seluruh desa/kelurahan di Tanah Air.

BAKTI telah menetapkan Proyek Percepatan Layanan Internet untuk 12.548 Desa/Kelurahan dari 83.218 Desa/Kelurahan seluruh Indonesia yang Belum Terjangkau 4G sebagai program kerja dua tahun mendatang.

Pemerintah melalui BAKTI Kominfo dengan sumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus memprioritaskan membangun pembangunan sinyal 4G di wilayah 3T yang selama ini belum terlayani. “Infrastruktur telekomunikasi dan internet adalah salah satu pilar utama percepatan transformasi digital nasional,” jelasnya.

Pembangunan BTS 4G ini diharapkan dapat mendorong efektifitas dan produktifitas masyarakat dengan melakukan aktivitas secara digital.

Sementara Ginandjar mengatakan, industri telekomunikasi masih akan tumbuh 5,1% tahun ini. Apalagi aktivitas daring saat ini tidak hanya terkait kebutuhan sekunder, tetapi juga kebutuhan primer yang mencakup seluruh aspek kehidupan.

Ia mengatakan, saat ini setidaknya masih ada 70 juta penduduk yang masih kesulitan mendapat akses internet, utamanya di luar pulau Jawa.

Ginanjar mengatakan, tantangan penyediaan infrastruktur Digital Nasional Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) terkait rendahnya ketersediaan sarana pendukung, dan kolaborasi menjadi kunci utama.

Menurut Ginanjar, dukungan pemerintah menjadi sangat penting terutama dalam menjaga keamanan dan kedaulatan Negeri di wilayah terluar serta regulasi yang menstimulus pemerataan infrastuktur nasional.

Tantangan lainnya terkait dengan sarana pendukung seperti Listrik, BBM, serta pembangunan jalan, dan dimungkinkan segera bisa merata menjangkau seluruh wilayah terpencil, karena untuk membangun infrastruktur telekomunikasi memerlukan transportasi yang memadai. “Dengan turut sertanya pelaku industri diharapkan bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat di wilayah terpencil,” kata Ginarjar.

Ginanjar menambahkan, ekosistem digital yang dibangun Lintasarta diharapkan bisa mendukung berbagai program khususnya Kemendes PDTT guna mewujudkan peogram Nawa Cita Presiden Jokowi.

Selain itu, kolaborasi bersama BUMDES – Lintasarta yang berusaha mendukung kebutuhan ICT BUMDES diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di wilayah perdesaan.

Oleh karena itu, membangun peradaban desa digital yang dilakukan Lintasarta diharapkan lahirnya partisipasi khususnya dari  pelaku industri lainnya seperti di sektor primer antara lain bidang kesehatan, pendidikan, dan retail dengan harapan mempercepat roda ekonomi di daerah tertinggal, sehingga potensi setiap daerah bisa maksimal mulai dari komoditas lokal dan hingga pengembangan sektor pariwisata. (son)

    

Mission News Theme by Compete Themes.