Dalam acara pembukaan Paviliun Indonesia di ADIPEC 2024, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi Suryodipuro menekankan pentingnya kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan migas berkelas dunia. “Sebagai salah satu pilar ketahanan energi nasional, industri hulu migas Indonesia perlu memperkuat kemitraan dengan perusahaan-perusahaan migas di level global. Kemitraan ini memungkinkan percepatan penemuan cadangan-cadangan migas baru, transfer teknologi, dukungan finansial, peningkatan kapasitas nasional, dan inovasi berkelanjutan,” kata Hudi, Kamis (7/11).
Kebutuhan energi dunia akan terus meningkat, termasuk di Indonesia. Menurut Dewan Energi Nasional, kebutuhan energi Indonesia naik rata-rata sekitar 4,7 persen dalam lima tahun terakhir dengan proyeksi kebutuhan energi sebesar 1.012 MTOE pada tahun 2025, dengan 43,5 persen pemenuhannya bersumber dari migas.
Country Manager Oman Medco E&P Ahmad Syaifudin dalam presentasinya di Paviliun Indonesia mengatakan bahwa potensi hidrokarbon masih sangat besar di masa depan, dan Medco E&P siap menjadi bagian di market global. “Perjalanan Medco dari perusahaan service drilling hingga menjadi grup energi terkemuka di Asia Tenggara dan berekspansi ke Timur Tengah, mencerminkan komitmen kami terhadap pertumbuhan, diversifikasi, dan inovasi. Medco E&P terus mengembangan potensi hidrokarbon sekaligus mendorong diversifikasi ke energi bersih, untuk menjadi bagian dari representasi industri hulu migas Indonesia dalam menjawab tantangan energi global,” kata Ahmad.
Memasuki hari kedua ADIPEC, Paviliun Indonesia hadir untuk membuka peluang seluas-luasnya dan menjalin kerja sama dengan para pemain global. Indonesia berupaya meningkatkan daya saing investasi nasional dengan menciptakan regulasi-regulasi yang ramah investor termasuk skema new gross-split, one door service policy (ODSP), keringanan pajak, dan skema fiskal yang fleksibel. (son)










