Press "Enter" to skip to content

SPMT Lakukan Transformsi Operasional Terminal Jamrud, Hasilnya Seperti Ini

Media Social Share

SURABAYA, BISNISJAKARTA.ID – PT Pelindo Multi Terminal terus berupa menunjukkan komitmennya dalam peningkatan layanan kepada para pengguna jasa di pelabuhan Tanjung Perak, terutama layanan curah cair, curah kering, dan kargo umum.

Branch Manager (BM) Jamrud Nilam Mirah PT Pelindo Multi Terminal Muh. Junaedhy saat menerima wartawan yang tergabung dalam kegiatan Presstour Forwahub – Ditjen Hubla di Surabaya, Selasa (25/6) mengatakan, di Branch Jamrud Nilam Mirah atau sebelumnya dikenal dengan Terminal Jamrud, secara berkelanjutan telah sejalan dengan sistem operasi pelabuhan multi terminal terintegrasi yang disebut PTOS-M (Pelindo Terminal Operating System Multipurpose).

Junaedhy menjelaskan, PTOS-M memiliki arsitektur yang terintegrasi dengan sistem lain seperti customer portal, sistem layanan kapal, dan sistem layanan keuangan. Selain terintegrasi dengan beberapa sistem, PTOS-M memiliki fitur yang memberikan kemudahan layanan seperti online booking request, operation planning, storage inventory, serta control & monitoring.

PTOS-M menjadi bagian penting dari proses transformasi dan standarisasi yang juga berdampak pada peningkatan produktivitas Ton/Ship/Day (T/S/D) serta penurunan port stay dan cargo stay yang signifikan. “Produktivitas di Branch Jamrud Nilam Mirah sebelumnya adalah 1.385 T/S/D, setelah dilakukan transformasi meningkat sebesar 31 persen, yaitu 1.814 T/S/D,” tambah Junaedhy.

Ia mengungkapkan, kinerja dalam pelayanan arus muatan barang juga mengalami kenaikan yang signifikan. Dengan rincian arus barang curah kering seperti batu bara, bijih besi, gula, kedelai dan lainnya naik 5,9 persen sebesar 55,1 juta ton. Sementara curah cair mengalami peningkatan 8,9 persen sebesar 30,3 juta ton.

Sementara itu, lanjut Junaedhy, arus bongkar muat untuk lima komoditas terbesar di Terminal Jamrud yang meliputi steel billet, steel coil, steel slab, calcium carbonat, dan pupuk sepanjang tahun 2023 sebanyak 2.779.850 ton, meningkat 8,4 persen dibandingkan tahun 2022 yang sejumlah 2.564.015 ton.


Sebagai terminal kargo umum dan curah kering yang melayani bongkar muat seperti komoditi beras, gula, jagung, biji besi, dan lain sebagainya, branch Jamrud Nilam Mirah menjadi salah satu pelabuhan yang berperan menangani kargo komoditas beras impor untuk didistribusikan ke berbagai wilayah di Jawa Timur.

Pada pilar proses bisnis, ungkap Junaedhy, proses transformasi dan standarisasi yang dilakukan di Branch Jamrud Nilam Mirah yaitu dengan melakukan penataan traffic flow dan review pelaksanaan one day billing.

Dalam operasionalnya, Branch Jamrud Nilam Mirah memiliki 5 unit Harbour Mobile Crane (HMC), 2 unit Excavator, 7 unit Forklift, 4 unit Harbour Portal Crane (HPC), 11 unit Grab, 12 unit Hopper, 5 unit jembatan timbang, dan 1 unit wheel loader serta didukung dengan kedalaman laut 10 mLWS, stacking yard seluas 85.202 m2, dermaga sepanjang 3.647 m, dan warehouse area seluas 20.040 m2.

Komoditas bongkar muat yang dilayani meliputi steel coil, soda ash, raw sugar, pupuk, garam, barite, molases, gandum, semen, CPO, BBM.


Selain kinerja yang positif dalam pelayanan arus muatan barang curah kering dan curah cair, SPMT juga mencatatkan arus general cargo dan bag cargo mengalami peningkatan 9,8 persen sebesar 25,2 juta ton.
Sementara arus barang berupa gas mengalami peningkatan 49,8 persen sebesar 13,1 juta MMBTU.

Sama halnya dengan arus barang berupa kendaraan, juga mengalami peningkatan yang mencapai 1,5 juta unit atau naik 8,4 persen. Terpantau juga arus peti kemas naik 1,1 persen menjadi 429 ribu TEUs.

Untuk meningkatkan layanan end to end kepada pengguna jasa serta sebagai salah satu langkah dalam meningkatkan market share, PMT melaksanakan program peningkatan status terminal multipurpose menjadi dedicated terminal. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.